Tampilkan postingan dengan label Asteroid Dan Meteor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asteroid Dan Meteor. Tampilkan semua postingan

Hujan Meteor Taurid Hiasi Langit November


AstroNesia ~ Hujan meteor kembali hiasi langit planet kita dengan kehadiran hujan meteor Taurids.

Menurut NASA, tahun ini Taurids mungkin lebih aktif dari biasanya, membuat lebih banyak "bola api" terang di langit malam. Puncak hujan meteor ini diperkirakan terjadi 5 November sampai 12 November.

Hujan meteor Taurids terjadi terjadi ketika bumi melewati aliran luas puing yang ditinggalkan oleh Komet Encke.




"Meteor Taurid dapat dilihat saat rasi Taurus berada di atas cakrawala selama bulan September, Oktober, dan November," jelas Bill Cooke, pemimpin NASA Meteoroid Environments Office dalam sebuah posting blog baru-baru ini. "Waktu terbaik untuk mencari Taurids adalah setelah tengah malam, ketika Taurus tinggi di langit, dan ketika langit gelap dan jelas, dengan tidak ada cahaya bulan yang menutupi meteor."

Accuweather melaporkan bahwa waktu terbaik untuk melihat hujan meteor ini mungkin dekat akhir puncak hujan meteor selama bulan baru. Pada saat itu, langit akan gelap, membuat Taurids muncul lebih cerah.


Lihat fenomena astronomi lain disini :  Jadwal Fenomena Astronomi Di Bulan November 2015

Gambar Radar Baru Ungkap Fitur Rinci Asteroid 2015 TB145


AstroNesia ~ Gambar menakjubkan dari asteroid 2015 TB145 yang sebelumnya terlihat mirip tengkorak kini memunculkan wajah aslinya yang sebenarnya kurang seram.

Asteroid berukuran 2000 kaki (600 meter) ini terbang melintas dekat Bumi pada hari Halloween (31 Oktober) tampak seperti tengkorak raksasa di gambar radar yang ditangkap oleh Observatorium Arecibo di Puerto Rico pada 30 Oktober. Tapi gambar radar baru yang diambil saat asteroid ini melintas pada posisi terdekatnya dengan Bumi (melintas pada jarak 300.000 mil (480.000 kilometer) dari Bumi - sekitar 1,3 kali jarak dari planet kita ke bulan) tidak menonjolkan wajah seramnya.



"Gambar-gambar ini terlihat jelas berbeda dari gambar radar Arecibo yang diperoleh pada 30 Oktober dan mungkin hasil dari melihat asteroid dari perspektif yang berbeda dalam periode rotasinya", kata Lance Benner, dari NASA Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California , mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Gambar-gambar radar baru dari asteroid 2015 TB145 menunjukka bagian dari permukaan yang tidak terlihat sebelumnya dan mengungkap adanya cekungan, titik terang yang mungkin batu-batu dan fitur kompleks lainnya yang bisa menjadi pegunungan," tambah Benner, yang memimpin program penelitian radar asteroid NASA.

Para ilmuwan mengambil gambar baru ini menggunakan NASA Goldstone Deep Space Communications Complex di California dan Teleskop Green Bank di Virginia Barat, yang dioperasikan oleh National Radio Astronomy Observatory.

Para peneliti mengirim gelombang mikro di 2015 TB145, yang di duga mungkin sebuah komet mati, menggunakan antena Goldstone, kemudian gema radarnya dikumpulkan menggunakan piring Green Bank. Foto-foto yang dihasilkan memiliki resolusi sehalus 13 kaki (4 m) per pixel, kata para pejabat NASA.

Meteor Terang Kembali Terlihat Di Langit Bangkok, Thailand


AstroNesia ~ Sebuah video menakjubkan yang diambil dari rekaman dashboard mobil menunjukkan meteor terang melesat di langit di ibukota Bangkok, Thailand pada Senin malam.

Thai Astronomical Society mengonfirmasi pada halaman Facebook-nya bahwa objek jatuh itu adalah sebuah meteor hijau terang, warna dihasilkan dari komposisi kimianya.


Fireball atau bola api adalah istilah lain untuk meteor yang sangat terang.  American Meteor Society menulis di situsnya bahwa sebagian besar bola api terjadi di lautan dan wilayah tak berpenghuni, dan sangat jarang terjadi.

Citra Radar Asteroid 2015 TB145 Tampak Seperti Tengkorak

Citra radar asteroid 2015 TB145 yang diambil observatorium Arecibo tampak seperti tengkorak

AstroNesia ~ NASA menyebut asteroid 2015 TB145 sebagai "Great Pumpkin" sementara yang lain menyebutnya "Spooky"karena melintas pas Hallowen. Tapi citra radar dari asteroid besar yang melintas dekat Bumi hari ini terlihat seperti tengkorak, sangat menakutkan, pas saat Halloween.

Gambar radar dari asteroid seukuran stadion ini ditangkap pada Jumat, malam Halloween (30 Oktober), oleh para ilmuwan menggunakan Observatorium Arecibo di Puerto Rico. Citra radar ini memperlihatkan sebuah asteroid dengan permukaan yang tidak rata, dengan cekungan di permukaannya yang memberikan tampilan seperti tengkorak manusia yang menatap kekosongan.



Tapi gambar ini hanyalah ilusi yang disebut pareidolia, di mana otak manusia merasakan bentuk dan pola yang tidak benar-benar ada. Tampilan radar ini sebenarnya hanya salah satu dari beberapa gambar 2015 TB145 yang terlihat sebagaimana ia berotasi di ruang angkasa. The National Astronomy and Ionosphere Center yang mengawasi Arecibo merilis tampilan berbentuk tengkorak, serta gambar lain yang menunjukkan serangkaian pemandangan asteroid ini dari waktu ke waktu.

"Fitur terang dan gelap mengindikasikan adanya penyimpangan permukaan," kata James Richardson, seorang ilmuwan dari Planetary Radar Group of Universities Space Research Association  menggunakan Arecibo Observatory, mengatakan dalam sebuah pernyataan. "Misalnya, fitur gelap sentral mungkin lingkaran cekungan besar, mungkin sebuah kawah."

Asteroid 2015 TB145 akan melintas dengan aman dekat Bumi pada jarak sekitar 300.000 mil (480.000 kilometer), sekitar 1,3 kali jarak antara Bumi dan bulan. Pengamatan radar dari asteroid ini telah menunjukkan bahwa ia lebih besar dari yang diperkirakan - memiliki lebar 1.968,5 kaki (600 meter) - dan berputar sekali setiap lima jam. Asteroid tersebut melaju melalui antariksa dengan kecepatan 78.293 mph (126,000 km / jam) dan telah menunjukkan beberapa tanda-tanda bahwa ia mungkin komet.

2015 TB145 ditemukan pada 10 Oktober oleh para ilmuwan menggunakan Observatorium Pan-STARRS 1. Terbang lintas tersebut adalah terbang lintas yang paling dekat dari jenis asteroid besar sampai Agustus 2027, sehingga para ilmuwan NASA telah melacaknya dengan radar dan teleskop optik untuk mengambil keuntungan ilmiah dari kesempatan kebetulan itu untuk melihat sebuah asteroid dari dekat. Gambar terbaik akan diambil hari ini setelah asteroid itu membuat pendekatan terdekatnya dengan Bumi.

Asteroid Raksasa Akan Melintas Dekat Bumi Hari Ini (31 Oktober 2015)

Lintasan asteroid 2015 TB145

AstroNesia ~ Sebuah asteroid berukuran sekitar 500 meter di jadwalkan akan melintas dekat Bumi hari ini (Sabtu, 31 November 2015). Asteroid ini bernama 2015 TB145 dan dijuluki "spooky" karena melintas saat Halloween dengan kecepatan sekitar 126 ribu kilometer per jam.

Asteroid ini pertama kali ditemukan pada 10 Oktober 2015 oleh Panoramic Survey Telescope & Rapid Response System (Pan-STARRS) yang terletak di Gunung Haleakala, Hawaii.



Asteroid ini akan melintas pada jarak 487 ribu kilometer dari Bumi, sedikit lebih jauh dari orbit Bulan.

Para ilmuwan akan mempelajari asteroid ini saat melintas dekat Bumi dengan beberapa instrumen ilmiah seperti radar dan teleskop.

Ilmuwan juga menduga bahwa objek ini kemungkinan komet mati yang telah menumpahkan volatilnya setelah banyak melintas mengelilingi matahari.

Gambar radar pertama dari komet mati ini dihasilkan oleh observatorium Arecibo di Puerto Rico. Gambar radar dari Arecibo menunjukkan bahwa objek tersebut berbentuk bulat dengan diameter sekitar 600 meter dan menyelesaikan rotasinya sekitar sekali setiap lima jam.


Wisnu Reddy, seorang ilmuwan penelitian di Planetary Science Institute di Tucson, Arizona mengatakan "Kami menemukan bahwa objek ini memantulkan cahaya sekitar enam persen dari cahaya yang diterimanya dari matahari yang mirip dengan aspal segar walaupun kita berpikir itu cukup gelap. Tapi sebenarnya ini cukup terang dari komet yang khas yang memantulakan hanya 3 sampai 5 persen cahaya yang diterimanya. Itu menunjukkan bahwa ini kemungkinan komet- tapi karena komanya tidak ada, ilmuwan menyimpulkan bahwa ini adalah komet mati ".

Objek Misterius Jatuh Di Pedalaman Bengkulu

Ilustrasi

AstroNesia ~ Sebuah objek misterius jatuh di kawasan pedalaman Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Senin malam 27 Oktober 2015.

Peristiwa ini juga di analisis oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Thomas Djamaluddin, kepala LAPAN mengatakan bahwa lembaganya sudah mengetahui peristiwa ini semalam. Begitu mendapatkan informasi objek misterius jatuh dari langit, Lapan langsung menganalisa. Awalnya, kata Thomas, Lapan menduga objek yang jatuh tersebut adalah sampah antariksa. Namun setelah didalami dugaan tersebut meleset.



"Ternyata tak ada sampah antariksa yang jatuh tadi malam. Diduga kuat itu meteorit," ujar Thomas.  Dia mengatakan Lapan dalam posisi tidak bergerak meneliti benda tersebut. Alasannya, objek itu belum jelas keberadaannya.

"Karena tidak berbahaya dan belum ditentukan obyeknya, Lapan tidak meneliti lebih lanjut," ujar Thomas.

Objek misterius jatuh dari langit itu dilaporkan oleh warga setempat. Kesaksian warga yang melihat mengatakan ada benda terbakar di langit dan membentuk api seperti ekor. Warga juga menduga benda tersebut adalah pesawat yang terbakar.

Namun, otoritas Bandara Fatmawati Bengkulu menjelaskan pada saat jatuhnya benda terbakar itu, tercatat tidak ada aktivitas penerbangan yang melintasi lokasi laporan penampakan benda tersebut.  Saat ini dilaporkan masih dilakukan pencarian benda tersebut.

Asteroid Halloween Yang Akan Melintas Dekat Bumi Pada 31 Oktober Mungkin Sebuah Komet

Grafis ini menggambarkan orbit asteroid 2015 TB145 saat melewati Bumi pada 31 Oktober 2015.

AstroNesia ~ Para ilmuwan NASA mengatakan bahwa asteroid besar yang akan melintas dekat Bumi pada perayaan Halloween (31 Oktober) mungkin sebenarnya sebuah komet.

Denga lebar sekitar 1.300 kaki (400 meter), asteroid 2015 TB145, beberapa astronom menjulukinya "Spooky", akan melintas pada jarak 300.000 mil (480.000 kilometer) dari Bumi pada 31 Oktober - hanya 1,3 kali jarak rata-rata antara planet kita dan bulan.



Meskipun 2015 TB145 tidak menimbulkan ancaman pada terbang lintas ini, tapi terbang lintas ini menandai pertemuan terdekat dengan batu antariksa besar sampai Agustus 2027, ketika asteroid 1999 AN10 yang berukuran 2.600 kaki (800 m) melintas dekat Bumi pada jarak 1 jarak Bumi-Bulan (sekitar 238.000 mil, atau 385.000 km), kata para pejabat NASA.

Para astronom berencana untuk memancarkan gelombang radio pada 2015 TB145 saat melintas menggunakan antena di fasilitas NASA's Deep Space Network di Goldstone, California, kemudian mengumpulkan sinyal pantulan dengan Teleskop Green Bank di West Virginia dan Observatorium Arecibo di Puerto Rico.

Hal tersebut harus mengungkapkan rincian penting tentang ukuran batuan antariksa ini, bentuk, fitur permukaan dan karakteristik lainnya - termasuk, mungkin, identitas sebenarnya.

"Orbit asteroid ini sangat lonjong dengan inklinasi besar di bawah bidang tata surya," kata Lance Benner, dari NASA Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Karena memiliki orbit yang unik, bersama dengan kecepatan yang tinggi saat pertemuan - sekitar 35 kilometer atau 22 mil per detik - menimbulkan pertanyaan apakah objek ini mungkin jenis komet," tambah Benner, yang memimpin program penelitian radar asteroid NASA. "Jika demikian, maka ini akan menjadi pertama kalinya radar Goldstone mencitrakan komet dari jarak dekat."

Asteroid 2015 TB145 terlalu samar untuk dilihat dengan mata tel**jang, tapi siapa saja yang tertarik bisa melihat objek ini secara online, berkat tampilan live streaming yang diberikan oleh Slooh Community Observatory dan Virtual Telescope Project.

Studi : Hujan Komet Dan Asteroid Sebabkan Kepunahan Massal Di Bumi Secara Berkala


AstroNesia ~ Ilmuwan mengatakan bahwa kepunahan massal yang terjadi selama 260 juta tahun terakhir kemungkinan besar disebabkan oleh hujan komet dan asteroid.

Selama lebih dari 30 tahun, para ilmuwan telah berdebat tentang hipotesis kontroversial yang berkaitan dengan kepunahan massal yang terjadi secara periodik dan kawah bekas tumbukan meteor (yang disebabkan oleh hujan komet dan asteroid) di Bumi.



Dalam sebuah makalah baru, ahli geologi dari New York University, Michael Rampino dan Ken Caldeira, ilmuwan di departemen Carnegie Institution ekologi global, menawarkan dukungan baru yang menghubungkan usia kawah ini dengan kepunahan massal kehidupan yang terjadi berulangkali, termasuk dinosaurus.

"Hubungan antara pembentukan dampak tersebut dan kepunahan selama 260 juta tahun terakhir sangat erat dan menunjukkan hubungan sebab-akibat," kata Rampino.

Secara khusus, mereka menunjukkan pola siklus periode dengan kawah bekas tumbukan meteor dan peristiwa kepunahan massa, terjadi setiap 26 juta tahun.

Siklus ini telah dikaitkan dengan gerakan periodik Matahari dan planet-planet saat melalui bidang padat galaksi Bima Sakti kita.

Para ilmuwan telah berteori bahwa usikan gravitasi di Awan Oort (wilayah komet yang mengelilingi Matahari) akan mengirimkan hujan komet periodik di tata surya bagian dalam, di mana beberapa komet menyerang bumi.

Untuk menguji hipotesis mereka, Rampino dan Caldeira dilakukan analisis deret waktu dampak dan kepunahan massal menggunakan data baru yang tersedia, menawarkan perkiraan usia yang lebih akurat.

Selain itu, mereka menambahkan, lima dari enam kawah bekas tumbukan meteor terbesar yang terjadi selama 260 juta tahun terakhir di bumi berhubungan dengan peristiwa kepunahan massal.


"Siklus kosmik dari kematian dan kehancuran telah mempengaruhi sejarah kehidupan di planet kita," kata Rampino.

Makalah ini muncul di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

Fenomena Hujan Meteor Orionids 2015 Terjadi Malam Ini

Titik radian hujan meteor Orionids

AstroNesia ~ Fenomena hujan meteor kembali menghiasi langit Bumi malam ini. Fenomena ini dikenal sebagai hujan meteor Orionids yang menghasilkan sekitar 20 meteor per jam pada puncaknya. Meteor ini dihasilkan oleh butir debu yang ditinggalkan oleh komet Halley, yang telah dikenal dan diamati sejak zaman kuno.



Hujan meteor ini terjadi setiap tahunnya dari 2 Oktober sampai 7 November sementara puncaknya tahun ini terjadi pada malam 21 Oktober dan pagi 22 Oktober. Tampilan terbaik untuk melihat fenomena ini dari lokasi gelap SETELAH TENGAH MALAM. Meteor akan memancar dari konstelasi Orion, tetapi dapat muncul di mana saja di langit.

Saat fenomena ini terjadi Bulan sedang dalam fase cembung besar dan akan tenggelam tengah malam sekitar pukul 00.34 WIB. Rasi Orion yang menjadi radian atau arah datangnya hujan meteor akan terbit jam 9 malam di arah timur laut. Dengan demikian ketika Bulan terbenam, rasi Orion sudah lebih dari 45º di langit malam.

Lihat fenomena astronomi lain di bulan ini disini :  Jadwal Fenomena Astronomi Di Bulan Oktober 2015

Asteroid Besar 2015 TB145 Akan Melintas Dekat Bumi Pada 31 Oktober 2015

Ilustrasi

AstroNesia ~ Sebuah asteroid raksasa yang berpotensi berbahaya dengan orbit 'yang sangat eksentrik' dijadwalkan melintas dekat Bumi pada 31 Oktober dengan kecepatan lebih dari 125.529 kilometer per jam.

Asteroid ini ditemukan pada 10 Oktober dan dikenal sebagai 2015 TB145, akan melewati planet kita dengan jarak hanya 499.000 kilometer dari Bumi.



Ilmuwan NASA memperkirakan bahwa asteroid ini memiliki diameter antara 280-620 meter dan tidak akan terlihat melalui mata tel**jang tapi hanya dapat dilihat melalui teleskop.

"Ini adalah pendekatan yang paling dekat dengan objek besar yang dikenal sebelum asteroid 1999 AN10 melakukan pendekatan pada jarak 1 jarak bulan (388.960 km) di bulan Agustus 2027," kata NASA.

Asteroid 2015 TB145 diklasifikasikan sebagai objek yang berpotensi berbahaya karena berada dalam jarak 7.402.982 kilometer dengan Bumi.

Namun, meskipun orbitnya yang tidak menentu dan melintas dekat Bumi, NASA yakin asteroid ini tidak akan menghantam Bumi.

Kemegahan Galaksi Spiral M81

Messier 81 (M81)

AstroNesia ~ Salah satu galaksi paling terang di langit Bumi ini mirip dengan ukuran Galaksi Bima Sakti kita: besar dan indah. Galaksi spiral besar ini adalah M81 (Messier 81) dapat ditemukan ke arah konstelasi utara Great Bear (Ursa Major). 

Gambar luar biasa rinci ini mengungkapkan inti kuning cerah M81, lengan spiral biru yang dipenuhi bintang berwarna agak kemerahan menghiasi daerah itu.





Gambar ini mengisyaratkan masa lalu galaksi ini yang kacau, jalur debu yang luar biasa benar-benar berjalan lurus melalui disk, di sebelah kiri pusat galaksi, berbeda dengan fitur spiral lainnya yang menonjol dari galaksi ini.

Jalur debu pengembara ini mungkin hasil dari sisa pertemuan dekat antara M81 dan galaksi pendamping yang lebih kecil, M82.  

Pengamatan dari bintang variabel di M81 memberitahu para astronom bahwa galaksi ini berjarak 11,8 juta tahun cahaya. Galaksi pendamping kerdil M81, galaksi Holmberg IX dapat dilihat tepat di atas spiral besar.

Asteroid 2015 TC25 Akan Melintas Sangat Dekat Dengan Bumi Hari Ini

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi

AstroNesia ~ Sebuah asteroid kembali akan melintas dekat Bumi hari ini (13 Oktober). Asteroid itu bernama 2015 TC25.

Saat melintas, asteroid ini berjarak sepertiga jarak dari pusat bumi ke bulan atau sekitar 68.069 mil (104.718 km) atau 0,3 LD (lunar distance).



Dari kecerahannya, asteroid ini berukuran sekitar 20 kaki (7 meter). Asteroid 2015 TC25 ditemukan pada 11 Oktober, hanya dua hari sebelum pendekatan terdekatnya dengan Bumi.

Saat ini, ada sekitar 1.618 NEO (Near Earth Objek atau objek dekat Bumi) yang telah diklasifikasikan sebagai Potentially Hazardous Asteroids (PHAs) atau Asteroid yang Berpotensi Berbahaya.
 

Asteroid yang berpotensi berbahaya adalah batuan ruang angkasa yang lebih besar dari 100m yang dapat mendekat ke Bumi dari jarak 0,05 AU. Tak satu pun dari PHA yang diketahui berada pada jalur tabrakan dengan planet kita, meskipun para astronom menemukan asteroid yang baru setiap saat.

Besok, Asteroid Raksasa Berukuran 2 Mil Akan Melintas Dekat Bumi


AstroNesia ~ Baru-baru ini NASA mengonfirmasi bahwa sebuah asteroid raksasa berukuran dua mil akan melintas dekat Bumi.

Menurut NASA, asteroid ini akan melintas dengan aman melewati bumi pada hari Sabtu, tapi astronom akan terus mengawasi asteroid yang diberi nama 86666 (2000 FL10) ini. Menurut NASA, asteroid ini akan menjadi salah satu asteroid terbesar yang akan melintas dekat dengan planet kita.



Benjolan batu raksasa ini meluncur melalui ruang dengan kecepatan 40.000 mil per jam. Ukuran yang tepat asteroid ini masih belum jelas meskipun diperkirakan antara 0.7 mil sampai 1,6 mil - lebih dari 15 kali lebih besar dari asteroid lain yang saat ini ada di radar NASA.

Akan terjadi bencana jika fragmen batuan yang diperkirakan memiliki ukuran sekitar seperempat dari ukuran Gunung Everest ini menabrak Bumi.

NASA telah merilis video animasi mengenai jalur asteroid, yang dapat anda lihat di bawah ini. 86666 muncul dari kiri atas layar saat mendekati orbit Bumi.

Asteroid 86666 ini membuat asteroid 2014-YB35 (yang membuat astronom di seluruh dunia khawatir saat melintas pada bulan Maret) menjadi tidak penting.

Jika menabrak Bumi, Dampak asteroid 86666 akan mengalahkan peristiwa Tunguska yang terjadi pada tahun 1908. eristiwaTunguska disebabkan oleh asteroid berukuran 50 meter menabrak Siberia.

Ia meratakan sekitar 80 juta pohon dan mengirim gelombang kejut di Rusia berukuran lima pada skala Richter. Peristiwa ini dijadikan patokan untuk konsekuensi bencana dari dampak asteroid dengan bumi.


Gambar ini menunjukkan jalur lintasan asteroid 86666 (biru)

Untungnya meskipun NASA melabeli peristiwa ini sebagai 'acara dekat Bumi', asteroid 86666 akan melintas pada jarak beberapa juta mil jauhnya dan tidak mungkin untuk menabrak Bumi.

Bill Napier, profesor astronomi di Universitas Buckinghamshire,
mengaku bahwa meskipun 86666 memiliki peluang sangat kecil untuk menabrak Bumi, selalu ada kesempatan bahwa peristiwa Tunguska lain akan terulang yang mungkin akan disebabkan oleh asteroid lain yang mengorbit Bumi.

Dia mengatakan: "Bahayanya adalah di masa depan jika asteroid seperti ini menyikut orbit asteroid lain yang mengorbit Bumi, mereka dapat secara efektif menjadi rudal.

"Ada banyak asteroid di luar sana dengan potensi berbahaya yang belum ditemukan."

Inilah Yang Terjadi Jika Asteroid Raksasa Menabrak Bumi


AstroNesia ~ Menurut NASA Jet Propulsion Laboratory, planet kita sedang dihujai 556 asteroid antara tahun 1994 dan 2013. Ini adalah asteroid yang relatif kecil yang sebagian besar dari mereka tidak dapat menembus atmosfer. Meskipun beberapa dari mereka dapat menembus atmosfer seperti meteorit Chelyabinsk yang mendarat dengan kekuatan yang cukup kuat.

Tapi bagaimana jika asteroid besar dengan diameter 500 km menabrak Bumi saat ini? Dalam video simulasi dampak Asteroid ini, melukiskan gambaran yang menakutkan dari apa yang benar-benar akan terjadi.



Dalam deskripsi video, ia mengatakan: "Sebuah asteroid dengan diameter 500 km. Tujuan: Samudra Pasifik. Dampaknya mengupas 10 km kerak dari permukaan. Gelombang kejutnya melakukan perjalanan pada kecepatan hipersonik. Puing-puingnya berhamburan ke seluruh orbit rendah Bumi dan kembali menghujani permukaan bumi. Badai api mengelilingi bumi, menguapkan semua kehidupan yang ada. "



Berikut klip asli dari simulasi Discovery Channel : Miracle Planet dengan narasi tentang cara-cara tertentu di mana dampak asteroid akan menghancurkan kehidupan di Bumi.