Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan

Pencarian Bumi Lain (Video)

Ilustrasi Kepler-62f

AstroNesia ~ Dua puluh tahun yang lalu, para astronom mengumumkan bahwa mereka telah menemukan sebuah planet seperti Jupiter yang mengorbit di sekitar bintang yang mirip dengan matahari kita, planet itu bernama 51 Pegasi b.

Meskipun penemuan itu sangat revolusioner, menemukan sebuah planet mirip Bumi masih di luar jangkauan kita.




51 Pegasi b adalah planet pertama yang ditemukan mengorbit sebuah bintang deret utama mirip Matahari kita yang disebut 51 Pegasi, dan menandai terobosan dalam penelitian astronomi.


Nama 51 Pegasi b adalah nama resmi planet ini.

Penemuan exoplanet ini diumumkan pada tanggal 6 Oktober 1995, oleh Michel Mayor dan Didier Queloz dari Universitas Jenewa di jurnal Nature.

Dan dalam 20 tahun terakhir, para astronom telah menemukan ribuan dunia eksotis baru, mulai untuk mengkarakterisasi atmosfer planet yang jauh, dan sedang mengembangkan teknologi mutakhir untuk memulai pada pencarian kehidupan alien.


Lihat dokumenter NASA di bawah ini yang bercerita tentang pelopor dalam perburuan planet dan bagaimana kita semakin dekat untuk menjawab salah satu pertanyaan umat manusia yang paling kuno : Apakah ada kehidupan di tempat lain di alam semesta?

Meteor Terang Kembali Terlihat Di Langit Bangkok, Thailand


AstroNesia ~ Sebuah video menakjubkan yang diambil dari rekaman dashboard mobil menunjukkan meteor terang melesat di langit di ibukota Bangkok, Thailand pada Senin malam.

Thai Astronomical Society mengonfirmasi pada halaman Facebook-nya bahwa objek jatuh itu adalah sebuah meteor hijau terang, warna dihasilkan dari komposisi kimianya.


Fireball atau bola api adalah istilah lain untuk meteor yang sangat terang.  American Meteor Society menulis di situsnya bahwa sebagian besar bola api terjadi di lautan dan wilayah tak berpenghuni, dan sangat jarang terjadi.

NASA Rilis Video Matahari Dengan Definisi Ultra Tinggi


AstroNesia ~ Ini adalah kesempatan anda melihat Matahari tanpa resiko merusak mata anda. NASA baru-baru ini merilis video Matahari definisi ultra-tinggi 4K berdurasi 30 menit yang disebut "termonuklir Art."  

Rekaman ini diambil oleh Solar Dynamics Observatory (SDO).

"SDO menangkap gambar Matahari pada 10 panjang gelombang yang berbeda yang membantu menyoroti suhu material Matahari yang berbeda," kata NASA Goddard Space Flight Center dalam rilis berita. "Suhu yang berbeda dapat menunjukkan struktur tertentu pada Matahari seperti jilatan api matahari (flare) dengan ledakan raksasa cahaya dan sinar-x, atau putaran koronal.

Video ini menampilkan penampakan api nuklir yang memberi bintang kita kehidupan secara sangat rinci, menawarkan kita perspektif baru dalam hubungan kita dengan kekuatan besar di tata surya ini," kata NASA.

Video Ini Tunjukkan Dua Lubang Hitam Dalam Proses Penggabungan


AstroNesia ~ Apa yang terjadi ketika dua lubang hitam bertabrakan? Skenario yang ekstrim ini kemungkinan terjadi di pusat-pusat beberapa galaksi yang bergabung atau sistem bintang ganda.  

Video ini menampilkan animasi komputer dari tahap akhir penggabungan lubang hitam tersebut, sekaligus menyoroti efek lensa gravitasi yang akan muncul pada medan bintang di latar belakang.



Daerah hitam menunjukkan cakrawala peristiwa duo monster ini, sementara cincin yang mengelilinginya, yang memperlihatkan bintang bergeser di latar belakang menunjukkan posisi cincin Einstein gabungan dari lubang hitam ini.

Akhirnya dua lubang hitam ini menyatu. Tahap akhir merger tersebut dapat memberikan ledakan radiasi gravitasi yang kuat dan dapat di prediksi.

Video Ini Tunjukkan Evolusi Manusia Dalam 1000 Tahun Kedepan

Ilustrasi

AstroNesia ~ Sekitar 10.000 tahun yang lalu, manusia berevolusiuntuk bertoleransi dengan susu sapi, selama 150 tahun terakhir, tinggi rata-rata tubuh kita bertambah 10 cm dan selama 65 tahun terakhir, umur rata-rata kita bertambah 20 tahun, sebagian besar berkat kemajuan ilmu teknologi.

Banyak hal berubah pada manusia sejauh ini dalam periode yang sangat singkat, sehingga seperti apa manusia terlihat dalam 1.000 tahun?



Dalam video ini, AsapSCIENCE mencoba menjawab mengenai evolusi apa yang terjadi pada manusia dalam 1000 tahun kedepan.

Pertama, kita manusia memiliki alasan untuk menjadi sombong - otak kita begitu hebat, bahkan sistem komputer yang paling canggih tidak dapat mengalahkan otak kita.

Bahkan, para peneliti tahun lalu menggunakan komputer K Jepang - salah satu komputer paling kuat di dunia - untuk mensimulasikan aktivitas otak manusia, komputer ini butuh 705.024 core prosesor, 1,4 juta GB RAM, dan 40 menit untuk memproses jumlah data yang sama yang diproses otak manusia selama 1 detik. Tapi kita tidak mungkin selalu memiliki keunggulan atas mesin-mesin buatan kita.

Para ilmuwan memprediksi bahwa di masa depan, komputer tidak hanya cocok dengan kecepatan komputasi dari otak manusia, kita juga akan mengembangkan kecerdasan buatan yang dapat berbicara, berinteraksi, mendengarkan, dan ingat. Mari kita berharap mereka tidak menggunakan semua informasi itu untuk berbalik melawan kita.


Dan komputer tumbuh semakin lebih manusiawi, demikian juga akan manusia menjadi lebih terintegrasi dengan robot. Di masa depan, para ilmuwan memprediksi bahwa kita akan memiliki robot yang sangat kecil yang disebut nanobots berenang di sekitar tubuh kita dan meningkatkan kemampuan alami kita.

Video ini juga menunjukkan robot mikroskopis bisa merakit diri menjadi seluruh bangunan dan mereka membongkar dengan mudah.

Bahkan, kulit manusia akan tampak lebih gelap dari sebelumnya pada 1.000 tahun ke depan. Sebab, hal itu terjadi karena respons evolusioner terhadap pemanasan global.  Dari sisi kelahiran seorang bayi pun akan tercampuri perubahan drastis dengan masa saat ini. Nantinya, bayi tersebut dirancang untuk tumbuh menjadi cerdas, menarik, dan memikat secara fisik.

Bahasa juga akan semakin berkurang....

Lihat lebih lengkapnya pada video berikut ini :

Astronom Citrakan Bintik Matahari Pada Bintang Raksasa XX Triangulum

Perbandingan bintik matahari pada bintang XX Triangulum dengan Matahari

AstroNesia ~  Bintik matahari telah membuat manusia terpesona selama berabad-abad. Sekarang astronom Jerman telah menciptakan sebuah video yang menunjukkan evolusi bintik bintang yang serupa pada bintang di luar sistem tata surya kita.

Mereka menangkap fenomena menarik yang terjadi pada bintang raksasa merah bernama XX Triangulum, terletak sekitar 1.500 tahun cahaya. Bintik matahari ini 10 kali lebih besar dari matahari kita.



Para astronom dari Leibniz Institute for Astrophysics Potsdam (AIP) membuat film menggunakan data yang dikumpulkan oleh teleskop robot Stella di Tenerife.

Ini menunjukkan pertumbuhan dan memudarnya bintik-bintik bintang raksasa pada bintang selama enam tahun bumi.

Bintik-bintik mengungkapkan siklus magnetik yang mendasar yang memiliki periode sebanding dengan matahari kita, tapi jauh lebih kuat.


Tapi sangat sulit untuk membuat gambar permukaan bintang selain matahari kita.

Para astronom mengumpulkan data spektroskopi - interaksi antara materi dan radiasi elektromagnetik - dan menggunakan matematika kompleks untuk membuat videonya.


Mereka menemukan bahwa XX Triangulum memiliki periode rotasi 24 hari, yang berarti para astronom tidak dapat langsung mengamati bintik-bintik tersebut pada permukaan bintang yang jauh ini.

Mereka harus bergantung pada metode yang dikenal sebagai pencitraan Doppler atau Doppler tomography untuk mencitrakan bintang yang jauh secara tidak langsung.



Metode ini adalah alat yang paling canggih untuk studi bintang dan memberikan gambar halus dan sederhana yang berkaitan dengan pengamatan, missalnya dari medan magnet.


Untuk membuat satu gambar atau frame dari permukaan bintang, mereka harus melihatnya menggunakan teleskop setiap malam selama rotasi 24 hari, mengumpulkan data antara Juli 2006 dan April 2012.

Hasilnya adalah video yang menunjukkan 86 periode rotasi bintang dari tiga sudut pandang yang berbeda, termasuk 'tampilan yang nyata' dan satu berfokus pada salah satu kutub bintang.


Sebuah pernyataan dari AIP mengatakan: 'Film ini menunjukkan distribusi bintik bintang dengan terus merubah morfologi, seperti tempat fragmentasi dan tempat penggabungan, dan dengan jelas berbagai macam rentang waktu variabilitas.

Andreas Künstler dari AIP mengatakan: 'Kita bisa melihat kerja pertama kami sebagai prototipe untuk studi siklus bintang yang akan datang, karena memungkinkan prediksi dari siklus aktivitas magnetik di skala waktu secara dramatis lebih pendek dari biasanya. "

Studi ini diterbitkan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics.

Bagaimana Cara Lubang Hitam Dan Lubang Putih Bekerja (Video)

Lubang hitam dan lubang putih

AstroNesia ~ Kita selalu berfikir bahwa lubang hitam dan lubang putih sebagai gerbang melalui alam semesta. Anda jatuh ke dalam lubang hitam, masuk ruang-waktu, dan terlempar keluar dari lubang putih di beberapa lokasi yang jauh.  

Pasti sangat menyenangkan jika hal ini benar-benar bekerja dalam fisika (mungkin membuat perjalanan intergalaksi jauh lebih mudah). Namun sayangnya, hal ini tidak bekerja seperti cara kerja fisika.



Perlu diperjelas, lubang putih sepenuhnya teoritis, belum ada di temukan sampai saat ini. Bahkan, kebanyakan ilmuwan berpikir bahwa mereka tidak ada. Namun, konstruksi matematika praktis memungkinkan kita untuk berbicara tentang ruang yang mengelilingi sebuah lubang hitam dalam cara yang benar.

Singkatnya, jika lubang hitam berurusan dengan jumlah massa yang menakjubkan (memiliki banyak massa), lubang putih tidak memiliki massa sama sekali. Model teoritis mengatakan bahwa tidak dapat masuk kedalam lubang putih dari luar. Hal ini kebalikan dari apa yang kita ketahui lubang hitam menjadi (objek supermasif yang dapat menarik kita masuk dan tidak dapat keluar).

Lihat video dibawah ini tentang bagaimana lubang hitam da lubang putih bekerja :

Teleskop Hubble Ambil Citra Bintik Merah Jupiter Yang Menyusut (Video)

Gambar baru dari Jupiter, ditangkap oleh teleskop Hubble mengungkapkan bahwa  Great Red Spot menyusut dan melambat, serta mengidentifikasi fitur langka. Gambar, dirilis pada 13 Oktober 2015, ditangkap pada 19 Januari.

AstroNesia ~ Bintik merah Jupiter (Great Red Spot) mungkin dapat menyusut, tapi itu tidak akan menyusut tanpa perlawanan. Lihat videonya dibawah....

Peta baru menakjubkan yang diambil teleskop luar angkasa Hubble mengungkapkan bahwa Great Red Spot, badai besar berukuran sekitar dua kali diameter Bumi, memperlambat kecepatannya saat menyusut. Peta Jupiter ini, pertama dalam serangkaian potret tahunan planet luar, juga mengungkapkan struktur gelombang langka yang belum terlihat oleh ilmuwan selama hampir 40 tahun.



NASA menggunakan gambar Hubble baru ini untuk membuat video yang menakjubkan dari perubahan atmosfer Jupiter. Gambar diambil selama periode 10 jam, menciptakan dua peta besar dari seluruh planet, memungkinkan para ilmuwan untuk mengukur kecepatan angin Jupiter, mengidentifikasi berbagai aktivitas di atmosfer, dan melacak perubahan dalam lapisan luar planet ini.

Bintik merah raksasa Jupiter adalah fitur terkenal di langit, telah dipelajari selama 300 tahun. Untuk beberapa waktu, badai seukuran planet ini telah menyusut pada kecepatan yang lebih cepat. Gambar baru ini menunjukkan bahwa bintik ini sekitar 150 mil (240 kilometer) lebih kecil dibanding pada tahun 2014.

Selain perubahan dalam ukuran, Hubble juga mengambil gambar dari filamen tipis yang tidak biasa mencakup hampir seluruh panjang bintik ini. Melalui urutan 10 jam gambar, filamen bergerak dan berputar ini disebabkan oleh angin yang mencapai kecepatan sekitar 335 mil (540 km) per jam.



Ilmuwan juga menemukan di sebelah utara khatulistiwa Jupiter, adanya struktur gelombang langka yang telah dilihat hanya sekali di planet ini. Voyager 2, yang diluncurkan pada tahun 1977, melihat struktur serupa yang nyaris tak terlihat. Sejak itu, kurangnya fitur serupa lainnya menyebabkan para ilmuwan untuk berpikir bahwa struktur gelombang ini hanya kebetulan.

Fitur saat ini terletak di daerah yang penuh dengan siklon dan anti-siklon. Di Bumi, struktur serupa, yang dikenal sebagai gelombang baroklinik, dapat muncul di atmosfer saat siklon terbentuk. Menurut para peneliti, fitur yang tidak biasa pada Jupiter ini bisa terbentuk di lapisan cerah di bawah awan, menjadi terlihat ketika bergerak ke atas ke dalam setumpuk awan.

Rekaman Yang Menunjukkan Pendaratan Astronot Di Mars Tahun 1973 Bocor Di Publik


AstroNesia ~ Akhir-akhir ini, Planet Mars telah menggeser posisi Pluto dalam hal ketenaran dalam bidang astronomi berkat penemuan air di permukaannya.

Tapi kali ini, kita akan membahas tentang sebuah video yang menunjukkan pendaratan astronot di Mars yang terjadi pada tahun 1973. Tapi apakah video ini benar atau tidak,,....... Entahlah. Rekaman ini katanya top secret dan bocor di publik.



Menurut teori konspirasi, misi berawak ke Mars ini berlangsung pada tahun 1973 dan tidak ada yang diberitahu tentang hal itu ...

Setelah berhasil mendarat manusia di Bulan, NASA dan Departemen Pertahanan AS memulai Proyek Horizon, misi ambisius untuk mendirikan basis stasioner permanen di permukaan Bulan.

Dalam tahun-tahun berikutnya, proyek serupa menerima dana tetapi tujuannya lebih jauh, berjarak jutaan mil dari Bumi. Misi ini bernama Project Redsun, tujuannya adalah untuk membawa astronot menginjakkan kaki di Planet Merah. Misi pertama membawa tiga astronot menggunakan roket Saturn V yang dimodifikasi, yang merupakan sisa Program Apollo yang diberhentikan.


Karena Proyek Redsun ini adalah operasi gabungan antara AS dan Uni Soviet, seorang kosmonot Soviet mendampingi dua astronot Amerika yang terkenal, Buzz Aldrin dan Neil Armstrong. Roket tersebut diluncurkan dari 'zona rahasia dan benar-benar terisolasi di Brazil. "Misi ini sangat rahasia, sehingga segala urusan yang menyangkut misi ini, tertutup rapat.

Penerbangan antarplanet pertama tiba di tempat tujuan (Mars) menjelang akhir tahun 1971 dan bertugas sebagai misi pengintaian. Pada saat itu, perjalanan kedua sudah dijadwalkan.

Peluncuran kedua berlangsung pada 28 Agustus, 1973 dengan menggunakan pesawat ISV Columbus dengan awak yang terdiri dari Elliott See (komandan), William B. Rutledge (pilot) dan Vladimir Ilyushin.  

Video 3 menit di bawah ini diduga bocor dari koleksi rekaman arsip rahasia yang digunakan dalam pelatihan astronot NASA dan pilot Angkatan Udara.

Video ini menunjukkan astronot yang menumpang pesawat ruang angkasa menjauh dari Bumi serta kedatangan pada orbit Mars. Rincian pada permukaan Planet Merah juga terlihat selama penerbangan orbital dalam video ini. Kabarnya, astronot yang terlibat dalam video ini adalah Elliott See (komandan), William B. Rutledge (pilot) dan Vladimir Ilyushin.



Video tersebut bocor di jejaring sosial YouTube lewat channel milik akun bernama Dan Flynn dengan judul `'Life on Mars - ISV Columbus'.

Menurut teori konspirasi, video ini merupakan top secret document milik NASA yang tidak boleh diketahui oleh publik.

Meski video tersebut tampak begitu nyata dengan keberadaan awak pesawat dan pesawat luar angkasa ISV Colombus yang mencapai orbit terdekat di Mars, banyak yang meragukan kebenaran video tersebut.

Bagaimana menurut anda?

New Horizons Kirim Gambar Terbaru Bulan Pluto, Charon

http://astronesia.blogspot.com/
Gambar terbaru Charon, bulan Pluto yang dikirim New Horizons. Gambar ini diambil pada 14 Juli 2015 saat pendekatan terdekat dengan Pluto.

AstroNesia ~ Gambar baru yang menakjubkan ini menunjukkan sistem ngarai atau jurang besar di bulan besar Pluto Charon secara rinci.

Foto tersebut diambil oleh NASA New Horizons saat terbang lintas bersejarahnya dekat Pluto pada 14 Juli. Foto itu kemudian di rangkai menjadi  video baru yang memungkinkan pemirsa seperti terbang di atas permukaan Charon.




Jurang besar di Charon ini seperti ular di permukaan dengan panjang lebih dari 1.000 mil (1.600 kilometer). Jurang ini setidaknya empat kali lebih panjang dari Grand Canyon Arizona dan dua kali dalam, kata anggota tim New Horizons. (Beberapa bagian dari Grand Canyon memiliki kedalaman lebih dari 1 mil atau 1,6 km).

Citra baru yang spektakuler ini bahkan tidak menangkap gambar ngarai sepenuhnya. Rangkaian jurang dan rekahan mungkin juga melingkar di sekitar bagian belakang Charon, yang tidak bisa dilihat New Horizons selama pendekatan dekat itu, kata para pejabat NASA.

"Sepertinya seluruh kerak Charon telah terbelah," John Spencer, dari Southwest Research Institute di Boulder, Colorado, mengatakan dalam sebuah pernyataan hari ini.

"Dalam hal ukuran relatif terhadap Charon, fitur ini jauh seperti sistem ngarai Valles Marineris yang besar di Mars," tambah Spencer, dia adalah wakil pemimpin tim geologi, geofisika dan pencitraan (GGI) Neh Horizons.


Gambar komposit Pluto (depan) dan Charon (belakang)

Charon adalah bulan terbesar dari lima bulan Pluto. Dengan diameter 750 mil (1.207 km), Charon memiliki lebar setengah dari Pluto sendiri. Dua objek ini berbagi pusat gravitasi, sehingga sebagian besar peneliti menganggap Pluto-Charon adalah sistem biner.

Terbang lintas Horizons mengungkapkan bahwa Charon adalah dunia yang kompleks dan bervariasi, lengkap dengan lembah, pegunungan, tanah longsor dan banyak fitur permukaan lainnya.

New Horizons juga menemukan bahwa di Charon hanya ada beberapa kawah, yang berarti lanskap ini muncul relatif baru. Ilmuwan misi mengatakan bahwa ledakan air "cryovolcanoes" mungkin bertanggung jawab atas kawah ini.

"Tim ini membahas kemungkinan adanya lautan air internal yang mungkin membeku cukup lama, dan perubahan volume yang dihasilkan bisa menyebabkan Charon retak terbuka, yang memungkinkan lava berbasis air mencapai permukaan pada waktu itu," kata anggota tim New Horizons Paul Schenk, dari Lunar and Planetary Institute di Houston.



New Horizons hanya mengirimkan sebagian kecil data yang diambil pada pendekatan 14 Juli ke Bumi, sebagian besar masih menanti untuk dikirim. Pengiriman data sudah dilakukan bulan lalu dan akan terus berlanjut sampai akhir 2016, kata anggota tim misi.

Ilmuwan misi menerima gambar terbaru Charon pada 21 September dan mereka menerbitkannya hari ini.

New Horizons saat ini berjarak sekitar 3,1 miliar mil (5 miliar km) dari Bumi dan terus tancap gas ke Sabuk Kuiper, wilayah objek es di luar orbit Neptunus. Ilmuwan misi akan segera memposisikan wahana ini untuk melakukan terbang lintas pada objek Sabuk Kuiper kecil, yang akan terjadi pada awal 2019 jika NASA menyetujui perpanjangan misi.

Live Streaming Gerhana Bulan Supermoon 28 September 2015


AstroNesia ~ Di AS, Kanada, dan Amerika Tengah dan Selatan, fenomena Gerhana Bulan Supermoon ini akan dimulai pada petang tanggal 27 September 2015. Di Eropa, Asia Selatan / Tenggara, Afrika, Kutub Utara, serta di Samudra Pasifik, Atlantik , dan Hindia gerhana ini akan dimulai setelah tengah malam pada tanggal 28 September 2015.



Di Indonesia, gerhana ini tidak terlihat karena terjadi siang hari. Fenomena yang disebut dengan gerhana bulan total ini terjadi pada tanggal 28 Sept pukul 08.07 WIB sampai 11.27 WIB. Jadi, seluruh wilayah Indonesia tidak ada yang bisa melihatnya.

Tapi tenang saja, walaupun kita tidak melihat di langit kita, anda masih bisa melihat fenomena langka ini melalui layar komputer, nonton live streaming.

Slooh Community Observatory akan menyiarkan secara langsung fenomena ini yang akan dimulai pada pukul 07:00 WIB dari beberapa benua, termasuk siaran dari Stonehenge. Silahkan masuk disini untuk melihat Live Streamingnya dari Slooh : Mega Harvest Moon Eclipse

NASA TV juga akan menyiarkan fenomena ini pada pukul 07:00 WIB juga, yang akan diambil dari
Marshall Space Flight Center di Alabama, Observatorium Griffith di Los Angeles, Planetarium Adler di Chicago, dan Observatorium Fernbank di Atlanta.



Broadcast live streaming video on Ustream

Video : Penampakan UFO Sebabkan Kecelakaan Mobil Di Rusia


AstroNesia ~ Sebuah UFO diduga telah menyebabkan kecelakaan mobil dan menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Video ini berasal dari kamera dashboard mobil yang menunjukkan mobil dan sebuah truk saling bertabrakan di dekat Izhevsk, di Udmurt Republik barat Rusia. Rekaman yang sama menunjukkan sebuah objek misterius yang bergerak tak menentu di langit, yang menurut laporan terlihat jelas semua orang di jalan.



Orang-orang meyakini bahwa para pengemudi yang terlibat kecelakaan itu melihat objek misterius ini dilangit sehingga mereka tidak memperhatikan jalanan.

Menurut polisi pengemudi yang berusia 60 tahun dari kendaraan yang lebih kecil meninggal setelah tabrakan dan penumpang lainnya berusia 22 tahun dirawat di rumah sakit dengan luka parah.

Pengemudi truk itu terluka tetapi telah dirawat karena shock.

Belum ada penjelasan lebih lanjut tentang UFO ini tapi polisi telah mengkonfirmasi dan sedang menyelidiki.


Inilah Yang Terjadi Jika Asteroid Raksasa Menabrak Bumi


AstroNesia ~ Menurut NASA Jet Propulsion Laboratory, planet kita sedang dihujai 556 asteroid antara tahun 1994 dan 2013. Ini adalah asteroid yang relatif kecil yang sebagian besar dari mereka tidak dapat menembus atmosfer. Meskipun beberapa dari mereka dapat menembus atmosfer seperti meteorit Chelyabinsk yang mendarat dengan kekuatan yang cukup kuat.

Tapi bagaimana jika asteroid besar dengan diameter 500 km menabrak Bumi saat ini? Dalam video simulasi dampak Asteroid ini, melukiskan gambaran yang menakutkan dari apa yang benar-benar akan terjadi.



Dalam deskripsi video, ia mengatakan: "Sebuah asteroid dengan diameter 500 km. Tujuan: Samudra Pasifik. Dampaknya mengupas 10 km kerak dari permukaan. Gelombang kejutnya melakukan perjalanan pada kecepatan hipersonik. Puing-puingnya berhamburan ke seluruh orbit rendah Bumi dan kembali menghujani permukaan bumi. Badai api mengelilingi bumi, menguapkan semua kehidupan yang ada. "



Berikut klip asli dari simulasi Discovery Channel : Miracle Planet dengan narasi tentang cara-cara tertentu di mana dampak asteroid akan menghancurkan kehidupan di Bumi.