Tampilkan postingan dengan label Jadwal astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal astronomi. Tampilkan semua postingan

Hujan Meteor Taurid Hiasi Langit November


AstroNesia ~ Hujan meteor kembali hiasi langit planet kita dengan kehadiran hujan meteor Taurids.

Menurut NASA, tahun ini Taurids mungkin lebih aktif dari biasanya, membuat lebih banyak "bola api" terang di langit malam. Puncak hujan meteor ini diperkirakan terjadi 5 November sampai 12 November.

Hujan meteor Taurids terjadi terjadi ketika bumi melewati aliran luas puing yang ditinggalkan oleh Komet Encke.




"Meteor Taurid dapat dilihat saat rasi Taurus berada di atas cakrawala selama bulan September, Oktober, dan November," jelas Bill Cooke, pemimpin NASA Meteoroid Environments Office dalam sebuah posting blog baru-baru ini. "Waktu terbaik untuk mencari Taurids adalah setelah tengah malam, ketika Taurus tinggi di langit, dan ketika langit gelap dan jelas, dengan tidak ada cahaya bulan yang menutupi meteor."

Accuweather melaporkan bahwa waktu terbaik untuk melihat hujan meteor ini mungkin dekat akhir puncak hujan meteor selama bulan baru. Pada saat itu, langit akan gelap, membuat Taurids muncul lebih cerah.


Lihat fenomena astronomi lain disini :  Jadwal Fenomena Astronomi Di Bulan November 2015

Asteroid Raksasa Akan Melintas Dekat Bumi Hari Ini (31 Oktober 2015)

Lintasan asteroid 2015 TB145

AstroNesia ~ Sebuah asteroid berukuran sekitar 500 meter di jadwalkan akan melintas dekat Bumi hari ini (Sabtu, 31 November 2015). Asteroid ini bernama 2015 TB145 dan dijuluki "spooky" karena melintas saat Halloween dengan kecepatan sekitar 126 ribu kilometer per jam.

Asteroid ini pertama kali ditemukan pada 10 Oktober 2015 oleh Panoramic Survey Telescope & Rapid Response System (Pan-STARRS) yang terletak di Gunung Haleakala, Hawaii.



Asteroid ini akan melintas pada jarak 487 ribu kilometer dari Bumi, sedikit lebih jauh dari orbit Bulan.

Para ilmuwan akan mempelajari asteroid ini saat melintas dekat Bumi dengan beberapa instrumen ilmiah seperti radar dan teleskop.

Ilmuwan juga menduga bahwa objek ini kemungkinan komet mati yang telah menumpahkan volatilnya setelah banyak melintas mengelilingi matahari.

Gambar radar pertama dari komet mati ini dihasilkan oleh observatorium Arecibo di Puerto Rico. Gambar radar dari Arecibo menunjukkan bahwa objek tersebut berbentuk bulat dengan diameter sekitar 600 meter dan menyelesaikan rotasinya sekitar sekali setiap lima jam.


Wisnu Reddy, seorang ilmuwan penelitian di Planetary Science Institute di Tucson, Arizona mengatakan "Kami menemukan bahwa objek ini memantulkan cahaya sekitar enam persen dari cahaya yang diterimanya dari matahari yang mirip dengan aspal segar walaupun kita berpikir itu cukup gelap. Tapi sebenarnya ini cukup terang dari komet yang khas yang memantulakan hanya 3 sampai 5 persen cahaya yang diterimanya. Itu menunjukkan bahwa ini kemungkinan komet- tapi karena komanya tidak ada, ilmuwan menyimpulkan bahwa ini adalah komet mati ".

Jadwal Fenomena Astronomi Di Bulan November 2015


AstroNesia ~ Berikut ini adalah beberapa event atau fenomena astronomi yang akan terjadi pada bulan November 2015.

1. Hujan Meteor Taurids (5-6 November 2015)

Taurids adalah hujan meteor minor yang berlangsung cukup lama, memproduksi hanya sekitar 5-10 meteor per jam. Hujan meteor ini biasa terdiri dari dua aliran yang terpisah. Yang pertama diproduksi oleh butiran debu yang ditinggalkan oleh Asteroid 2004 TG10. Sementara aliran kedua dihasilkan oleh puing-puing yang ditinggalkan oleh Komet Encke 2P.

Hujan meteor ini berjalan setiap tahun dari tanggal 7 September sampai 10 Desember. Puncaknya tahun ini terjadi pada malam 5 November. Bulan kuartal kedua akan memblokir kebanyakan meteor terang tahun ini. Jika kamu bersabar, Anda mungkin masih dapat melihat beberapa meteor yang melesat. Tampilan terbaik untuk melihat fenomena ini adalah malam hari dari lokasi gelap yang jauh dari lampu-lampu kota. Meteor akan memancar dari konstelasi Taurus, tetapi dapat muncul di mana saja di langit.



2. Bulan Di Apogee [Terjauh] (7 November 2015)

Bulan mencapai titik terjauhnya dari Bumi pada jarak 405724 km dari Bumi.


3. Bulan Baru (11 November 2015)

Bulan akan berada di antara Bumi dan Matahari,dan tidak akan terlihat dari Bumi. Ini adalah kesempatan bagus untuk mengobservasi objek luar angkasa karena tidak adanya cahaya bulan yang mengganggu.


4. Hujan Meteor Leonids (17-18 November 2015)

Hujan meteor Leonids adalah hujan meteor rata-rata yang menghasilkan hingga 40 meteor perjamnya pada puncaknya. Huja meteor ini unik karena memiliki puncak siklus setiap 33 tahun di mana ratusan meteor per jam dapat dilihat. Yang terakhir ini terjadi pada tahun 2001. Leonids dihasilkan oleh butir debu yang ditinggalkan oleh komet Tempel-Tuttle, yang ditemukan pada tahun 1865.

Leonids berjalan setiap tahun dari 6-30 November dan puncaknya tahun ini terjadi pada malam 17 dan pagi 18 November. Penampakan bulan saat terjadi fenomena ini bukan masalah besar. Tampilan terbaik untuk melihat fenomena ini adalah malam hari dari lokasi gelap yang jauh dari lampu-lampu kota. Meteor akan memancar dari konstelasi Leo, tetapi dapat muncul di mana saja di langit.

5. Aphelion Mars (21 November 2015)

Planet Mars akan berada pada posisi terjauhnya dari Matahari.

6. Bulan Berada Pada Titik Terdekat [Perigee] (23 November 2015) 

Bulan mencapai perigee, titik terdekat dengan Bumi: 362.818 km dari Bumi.

7. Bulan Purnama (25 November 2015) 

Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga Bulan akan sepenuhnya terang seperti yang terlihat dari Bumi. Bulan purnama ini dikenal oleh suku asli Amerika sebagai Full Beaver Moon karena inilah saat memasang perangkap berang-berang sebelum sungai dan rawa membeku. Bulan ini juga telah dikenal sebagai Frosty Moon dan Hunter's Moon.

8. Venus Di Perihelion (26 November 2015)

Venus mencapai titik terdekat dengan Matahari

Asteroid Halloween Yang Akan Melintas Dekat Bumi Pada 31 Oktober Mungkin Sebuah Komet

Grafis ini menggambarkan orbit asteroid 2015 TB145 saat melewati Bumi pada 31 Oktober 2015.

AstroNesia ~ Para ilmuwan NASA mengatakan bahwa asteroid besar yang akan melintas dekat Bumi pada perayaan Halloween (31 Oktober) mungkin sebenarnya sebuah komet.

Denga lebar sekitar 1.300 kaki (400 meter), asteroid 2015 TB145, beberapa astronom menjulukinya "Spooky", akan melintas pada jarak 300.000 mil (480.000 kilometer) dari Bumi pada 31 Oktober - hanya 1,3 kali jarak rata-rata antara planet kita dan bulan.



Meskipun 2015 TB145 tidak menimbulkan ancaman pada terbang lintas ini, tapi terbang lintas ini menandai pertemuan terdekat dengan batu antariksa besar sampai Agustus 2027, ketika asteroid 1999 AN10 yang berukuran 2.600 kaki (800 m) melintas dekat Bumi pada jarak 1 jarak Bumi-Bulan (sekitar 238.000 mil, atau 385.000 km), kata para pejabat NASA.

Para astronom berencana untuk memancarkan gelombang radio pada 2015 TB145 saat melintas menggunakan antena di fasilitas NASA's Deep Space Network di Goldstone, California, kemudian mengumpulkan sinyal pantulan dengan Teleskop Green Bank di West Virginia dan Observatorium Arecibo di Puerto Rico.

Hal tersebut harus mengungkapkan rincian penting tentang ukuran batuan antariksa ini, bentuk, fitur permukaan dan karakteristik lainnya - termasuk, mungkin, identitas sebenarnya.

"Orbit asteroid ini sangat lonjong dengan inklinasi besar di bawah bidang tata surya," kata Lance Benner, dari NASA Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Karena memiliki orbit yang unik, bersama dengan kecepatan yang tinggi saat pertemuan - sekitar 35 kilometer atau 22 mil per detik - menimbulkan pertanyaan apakah objek ini mungkin jenis komet," tambah Benner, yang memimpin program penelitian radar asteroid NASA. "Jika demikian, maka ini akan menjadi pertama kalinya radar Goldstone mencitrakan komet dari jarak dekat."

Asteroid 2015 TB145 terlalu samar untuk dilihat dengan mata tel**jang, tapi siapa saja yang tertarik bisa melihat objek ini secara online, berkat tampilan live streaming yang diberikan oleh Slooh Community Observatory dan Virtual Telescope Project.

Fenomena Hujan Meteor Orionids 2015 Terjadi Malam Ini

Titik radian hujan meteor Orionids

AstroNesia ~ Fenomena hujan meteor kembali menghiasi langit Bumi malam ini. Fenomena ini dikenal sebagai hujan meteor Orionids yang menghasilkan sekitar 20 meteor per jam pada puncaknya. Meteor ini dihasilkan oleh butir debu yang ditinggalkan oleh komet Halley, yang telah dikenal dan diamati sejak zaman kuno.



Hujan meteor ini terjadi setiap tahunnya dari 2 Oktober sampai 7 November sementara puncaknya tahun ini terjadi pada malam 21 Oktober dan pagi 22 Oktober. Tampilan terbaik untuk melihat fenomena ini dari lokasi gelap SETELAH TENGAH MALAM. Meteor akan memancar dari konstelasi Orion, tetapi dapat muncul di mana saja di langit.

Saat fenomena ini terjadi Bulan sedang dalam fase cembung besar dan akan tenggelam tengah malam sekitar pukul 00.34 WIB. Rasi Orion yang menjadi radian atau arah datangnya hujan meteor akan terbit jam 9 malam di arah timur laut. Dengan demikian ketika Bulan terbenam, rasi Orion sudah lebih dari 45º di langit malam.

Lihat fenomena astronomi lain di bulan ini disini :  Jadwal Fenomena Astronomi Di Bulan Oktober 2015

Asteroid Besar 2015 TB145 Akan Melintas Dekat Bumi Pada 31 Oktober 2015

Ilustrasi

AstroNesia ~ Sebuah asteroid raksasa yang berpotensi berbahaya dengan orbit 'yang sangat eksentrik' dijadwalkan melintas dekat Bumi pada 31 Oktober dengan kecepatan lebih dari 125.529 kilometer per jam.

Asteroid ini ditemukan pada 10 Oktober dan dikenal sebagai 2015 TB145, akan melewati planet kita dengan jarak hanya 499.000 kilometer dari Bumi.



Ilmuwan NASA memperkirakan bahwa asteroid ini memiliki diameter antara 280-620 meter dan tidak akan terlihat melalui mata tel**jang tapi hanya dapat dilihat melalui teleskop.

"Ini adalah pendekatan yang paling dekat dengan objek besar yang dikenal sebelum asteroid 1999 AN10 melakukan pendekatan pada jarak 1 jarak bulan (388.960 km) di bulan Agustus 2027," kata NASA.

Asteroid 2015 TB145 diklasifikasikan sebagai objek yang berpotensi berbahaya karena berada dalam jarak 7.402.982 kilometer dengan Bumi.

Namun, meskipun orbitnya yang tidak menentu dan melintas dekat Bumi, NASA yakin asteroid ini tidak akan menghantam Bumi.

Asteroid 2015 TC25 Akan Melintas Sangat Dekat Dengan Bumi Hari Ini

http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi

AstroNesia ~ Sebuah asteroid kembali akan melintas dekat Bumi hari ini (13 Oktober). Asteroid itu bernama 2015 TC25.

Saat melintas, asteroid ini berjarak sepertiga jarak dari pusat bumi ke bulan atau sekitar 68.069 mil (104.718 km) atau 0,3 LD (lunar distance).



Dari kecerahannya, asteroid ini berukuran sekitar 20 kaki (7 meter). Asteroid 2015 TC25 ditemukan pada 11 Oktober, hanya dua hari sebelum pendekatan terdekatnya dengan Bumi.

Saat ini, ada sekitar 1.618 NEO (Near Earth Objek atau objek dekat Bumi) yang telah diklasifikasikan sebagai Potentially Hazardous Asteroids (PHAs) atau Asteroid yang Berpotensi Berbahaya.
 

Asteroid yang berpotensi berbahaya adalah batuan ruang angkasa yang lebih besar dari 100m yang dapat mendekat ke Bumi dari jarak 0,05 AU. Tak satu pun dari PHA yang diketahui berada pada jalur tabrakan dengan planet kita, meskipun para astronom menemukan asteroid yang baru setiap saat.

Besok, Asteroid Raksasa Berukuran 2 Mil Akan Melintas Dekat Bumi


AstroNesia ~ Baru-baru ini NASA mengonfirmasi bahwa sebuah asteroid raksasa berukuran dua mil akan melintas dekat Bumi.

Menurut NASA, asteroid ini akan melintas dengan aman melewati bumi pada hari Sabtu, tapi astronom akan terus mengawasi asteroid yang diberi nama 86666 (2000 FL10) ini. Menurut NASA, asteroid ini akan menjadi salah satu asteroid terbesar yang akan melintas dekat dengan planet kita.



Benjolan batu raksasa ini meluncur melalui ruang dengan kecepatan 40.000 mil per jam. Ukuran yang tepat asteroid ini masih belum jelas meskipun diperkirakan antara 0.7 mil sampai 1,6 mil - lebih dari 15 kali lebih besar dari asteroid lain yang saat ini ada di radar NASA.

Akan terjadi bencana jika fragmen batuan yang diperkirakan memiliki ukuran sekitar seperempat dari ukuran Gunung Everest ini menabrak Bumi.

NASA telah merilis video animasi mengenai jalur asteroid, yang dapat anda lihat di bawah ini. 86666 muncul dari kiri atas layar saat mendekati orbit Bumi.

Asteroid 86666 ini membuat asteroid 2014-YB35 (yang membuat astronom di seluruh dunia khawatir saat melintas pada bulan Maret) menjadi tidak penting.

Jika menabrak Bumi, Dampak asteroid 86666 akan mengalahkan peristiwa Tunguska yang terjadi pada tahun 1908. eristiwaTunguska disebabkan oleh asteroid berukuran 50 meter menabrak Siberia.

Ia meratakan sekitar 80 juta pohon dan mengirim gelombang kejut di Rusia berukuran lima pada skala Richter. Peristiwa ini dijadikan patokan untuk konsekuensi bencana dari dampak asteroid dengan bumi.


Gambar ini menunjukkan jalur lintasan asteroid 86666 (biru)

Untungnya meskipun NASA melabeli peristiwa ini sebagai 'acara dekat Bumi', asteroid 86666 akan melintas pada jarak beberapa juta mil jauhnya dan tidak mungkin untuk menabrak Bumi.

Bill Napier, profesor astronomi di Universitas Buckinghamshire,
mengaku bahwa meskipun 86666 memiliki peluang sangat kecil untuk menabrak Bumi, selalu ada kesempatan bahwa peristiwa Tunguska lain akan terulang yang mungkin akan disebabkan oleh asteroid lain yang mengorbit Bumi.

Dia mengatakan: "Bahayanya adalah di masa depan jika asteroid seperti ini menyikut orbit asteroid lain yang mengorbit Bumi, mereka dapat secara efektif menjadi rudal.

"Ada banyak asteroid di luar sana dengan potensi berbahaya yang belum ditemukan."

Jadwal Fenomena Astronomi Di Bulan Oktober 2015


AstroNesia ~ Berikut ini adalah beberapa event atau fenomena astronomi yang akan terjadi pada bulan Oktober 2015.

1. Penampakan Komet C / 2013 US10 Catalina (1 Oktober 2015)

Komet yang baru ditemukan ini dapat terlihat dengan mata tel**jang pada 1 Oktober. Komet ini akan terus bertambah cerah dan bisa mencapai magnitude 5 pada 6 November.

2. Hujan Meteor Draconids (8 Oktober 2015)

Draconids adalah hujan meteor minor hanya memproduksi sekitar 10 meteor per jam. Hal ini dihasilkan oleh butiran debu yang ditinggalkan oleh komet 21P Giacobini-Zinner, yang pertama kali ditemukan pada 1900.



Draconids adalah hujan meteor yang tidak biasa karena tampilan terbaiknya adalah malam saat matahari terbenam, bukannya subuh seperti kebanyakan hujan meteor lainnya. Hujan meteor ini berjalan setiap tahun dari tanggal 6-10 Oktober dan puncak tahun ini terjadi pada malam 8 Oktober.

Bulan akan memblokir sebagaian besar meteor terang tahun ini. Jika kamu bersabar, Anda mungkin dapat melihat beberapa meteor ini. Tampilan terbaik untuk melihat fenomena ini adalah malam hari dari lokasi gelap yang jauh dari lampu-lampu kota. Meteor akan memancar dari konstelasi Draco, tetapi dapat muncul di mana saja di langit.

3. Oposisi Uranus (11 Oktober 2015)

Planet biru-hijau akan berada pada posisi paling dekat dengan Bumi dan wajahnya akan sepenuhnya diterangi oleh Matahari. Planet ini akan terlihat lebih cerah dibanding waktu saat lain di tahun ini dan akan terlihat sepanjang malam. Ini adalah waktu terbaik untuk melihat Uranus. Karena jarak, ia hanya muncul sebagai titik biru-hijau kecil.

4. Bulan Di Apogee [Terjauh] (11 Oktober 2015)

Bulan mencapai titik terjauhnya dari Bumi pada jarak 406.389 km dari Bumi.

5. Perihelion Merkurius (12 Oktober 2015)

Merkurius mencapai titik terdekat dengan Matahari.

6. Bulan Baru (13 Oktober 2015)

Bulan akan berada di antara Bumi dan Matahari,dan tidak akan terlihat dari Bumi. Ini adalah kesempatan bagus untuk mengobservasi objek luar angkasa karena tidak adanya cahaya bulan yang mengganggu.

7. Hujan Meteor Orionids (21-22 Oktober 2015) 

Hujan meteor Orionids adalah hujan meteor yang menghasilkan sekitar 20 meteor per jam pada puncaknya. Meteor ini dihasilkan oleh butir debu yang ditinggalkan oleh komet Halley, yang telah dikenal dan diamati sejak zaman kuno. 

Hujan meteor ini terjadi setiap tahunnya dari 2 Oktober sampai 7 November sementara puncaknya tahun ini terjadi pada malam 21 Oktober dan pagi 22 Oktober. Tampilan terbaik untuk melihat fenomena ini dari lokasi yang gelap setelah tengah malam. Meteor akan memancar dari konstelasi Orion, tetapi dapat muncul di mana saja di langit.

8. Bulan Berada Pada Titik Terdekat [Perigee] (26 Oktober 2015) 

Bulan mencapai perigee, titik terdekat dengan Bumi: 358.464 km dari Bumi.

9. Elongasi Timur Terbesar Venus (26 Oktober 2015) 

Planet Venus mencapai elongasi timur terbesar 46,4 derajat dari Matahari. Ini adalah waktu terbaik untuk melihat Venus karena akan berada pada titik tertinggi di atas cakrawala di langit pagi. Cari planet terang ini di langit timur sebelum matahari terbit.

10. Konjungsi Venus Dan Jupiter (26 Oktober)

Sebuah konjungsi Venus dan Jupiter akan berlangsung pada tanggal 26 Oktober. Kedua planet terang ini akan terlihat dalam 1 derajat satu sama lain di langit pagi. Lihatlah ke timur sebelum matahari terbit untuk melihat pasangan planet terang ini.

11. Bulan Purnama/Supermoon (27 Oktober 2015) 

Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga Bulan akan sepenuhnya terang seperti yang terlihat dari Bumi. Bulan purnama ini dikenal oleh suku asli Amerika sebagai Full Hunters Moon karena inilah saat berburu di tahun ini. Bulan ini juga telah dikenal sebagai Travel Moon dan Blood Moon. Ini juga yang terakhir dari tiga supermoon yang terjadi pada 2015. Bulan akan berada di paling dekat ke Bumi dan mungkin terlihat sedikit lebih besar dan lebih terang dari biasanya.

12. Konjungsi Venus, Mars, Dan Jupiter (28 Oktober 2015)

Sebuah fenomena langka, konjungsi tiga planet akan terlihat pada pagi hari 28 Oktober. Planet Venus, Mars, dan Jupiter akan membentuk segitiga 1 derajat ketat di langit pagi. Lihatlah ke timur sebelum matahari terbit untuk melihat acara spektakuler ini.