Tampilkan postingan dengan label Bahari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahari. Tampilkan semua postingan

Pulau Tabila - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)

Pulau Tabila - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)


Pulau Tabila terdapat lokasi yang baik untuk diving. Pulau Tabila berdekatan dengan Desa Lede, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku UtaraAkses ke Pulau Tabila cukup dekat dengan Desa Lede, dengan menggunakan speedboat waktu tempuhnya hanya sekitar 15 menit. 

Saat diving, Anda dapat menjumpai ikan karang sebagai penghuni daerah tersebut, beberapa biota menarik yang dapat dijumpai seperti pipe fish, flate worm, beberapa jenis gobby, jenis ikan baramundi dan daerah ini memiliki tutupan karang yang cukup baik. Titik kordinat yang didapat untuk kawasan ini adalah S 1°41′25.7″ E 124°20′57.0″ dengan kejernihan air 15 hingga 25 meter dengan suhu 27-28 derajat Celcius, kecepatan arus sekitar 2 knot. 

Pulau Tabila - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Rukun
Di Pulau Tabila terdapat danau yang menurut warga setempat di dalam danau tersebut terdapat beberapa buaya yang sering berkeliaran. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penyelam yang memiliki hobi untuk melihat salah satu reptil yang berbahaya tersebut untuk dijadikan objek foto. 

Lede - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)

Lede - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)

Desa Lede adalah salah satu tempat wisata Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara. Desa Lede merupakan salah satu tempat diving yang menarik untuk dijelajahi dan juga memiliki panorama alam yang indah. Pantai Lede dengan pasir putih yang halus dengan laut yang biru membuat Anda betah menikmati panorama yang indah, pantai pasir putih ini membentang sepanjang sekitar 3 km. Pantai Lede dikenal juga dengan sebutan "Pantai Laleo"

Lede - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Retnanda
Lede - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Retnanda
Lede - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Desep
Di perairan Desa Lede terdapat beberapa biota yang unik, Anda dapat menemukan wonderpus, giant gobby, jenis-jenis ikan karang yang bergerombol dsb. Selain itu juga terdapat spesies seperti Nudibranch dengan tipe dan warna yang bervariasi. Lokasi penyelaman ini terdapat pada titik korodinat S 1°41′52.8″ E 124°21′55.8″ dengan jarak pandang air mencapai 15 sampai 20 meter dan suhu air berkisar antara 27-29 derajat Celcius dengan kecepatan arus hingga mencapai 2 knot.

Lede - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Jason Isley - Diego Andres Garcia
Anda juga dapat mengelilingi Desa Lede dan melihat kehidupan masyarakat disana. Desa ini dapat ditempuh dengan menggunakan speedboad dengan waktu tempuh sekitar 1 jam dari pelabuhan Bobong, Ibukota Pulau Taliabu.

Pulau Empat - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)

Pulau Empat - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)

Pulau Empat menyimpan keindahan bawah laut, topografi perairan yang curam membuat daerah ini sangat menghibur mata para penyelam yang melakukan kegiatan diving. Dinamakan Pulau Empat karena terdapat empat pulau kecil yang letaknya saling berdekatan. Pulau Empat sangat berdekatan dengan Pulau Seho yang berada di Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara.

Pulau Empat memiliki salah satu keunggulan biota laut yang jarang ditemui oleh para penyelam yakni jenis ikan pipe fish yang bentuknya berbeda dengan pipe fish lainnya. Pada kedalaman 4 sampai 7 meter kita bisa menjumpai kontur perairan yang menyerupai atap pada bagian atasnya dan seperti membentuk suatu goa dengan ukuran besar dan panjang yang hampir mengelilingi pulau ini. Selain itu, jenis ikan-ikan yang berukuran besar dan bergerombol bisa kita jumpai di daerah ini. 

Pulau Empat - Wisata Pulau Taliabu (Provinsi Maluku Utara)
Sumber Foto: Jason Isley
Daerah ini memiliki topografi perairan yang curam atau biasa dikatakan daerah penyelaman yang berbentuk dinding (wall). Topografi perairan yang memiliki karakteristik seperti ini tentunya banyak diminati oleh penyelam. Selain itu, Anda juga dapat menemukan karang lunak yang bergerombol dan dengan variasi warna yang menarik. Sungguh menjadi pengalaman tak terlupakan diving di area ini. Lokasi diving berada di S 1°58′12.3″ E 124°18′35.0″, kisaran suhu di perairan ini berkisar 26 hingga 28 derajat Celcius dengan kejernihan air mencapai 30 meter dan memiliki kecepatan arus 1 sampai 4 knot.

Pulau Empat dapat dicapai dengan menggunakan kapal kecil sekitar 30 menit perjalanan dari pelabuhan Bobong, Ibukota Pulau Taliabu.

Pulau Samada Besar - Wisata PULAU TALIABU (Provinsi Maluku Utara)

Pulau Samada Besar - Wisata PULAU TALIABU (Provinsi Maluku Utara)

Pulau Samada Besar berada di bagian utara Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara. Pulau Samada Besar memiliki panorama pantai pasir putih yang halus. Pohon pinus tumbuh disepanjang pantai Pulau Samada Besar. Kekayaan alam bawah laut perairan Pulau Samada Besar juga memiliki daya tarik tersendiri untuk melakukan kegiatan diving maupun snorkeling.

Terumbu karang menghiasi perairan Pulau Taliabu dengan tutupan karang yang tinggi serta memiliki beberapa bentuk pertumbuhan yang bervariatif. Anda bisa menemukan bentuk pertumbuhan berupa karang meja sampai pada bentuk pertumbuhan karang masif yang mengelilingi daerah ini sampai kedalaman 20 meter. Tutupan karang daerah ini mencapai 80% dan tergolong dalam kategori sangat baik. 

Pulau Samada Besar - Wisata PULAU TALIABU (Provinsi Maluku Utara)
Sumber: Foto Jason Isley - Diego Andres Garcia
Pulau ini juga memiliki keunikan tersendiri dibanding dengan daerah lain karena terdapat labirin-labirin yang membentuk gua. Titik kordinat daerah ini terletak pada S 1°34′43.7″ E 124°28′40.2″ dengan kejernihan air sekitar 20 hingga 30 meter. Jenis-jenis biota unik menarik yang dapat Anda temui adalah eagle ray, giant gobby, giant clam, acanturus, angel fish, parrot fish, grouper, schooling yellow snapper, cardinal fish, butterfly fish, blue spot sting-ray, sweet lip, jaw fish dan beberapa jenis ikan hias yang memiliki warna yang sangat indah.

Lokasi ini dapat ditempuh dengan speedboat dengan jarak tempuh ± 5 jam dari Bobong, Ibukota Kabupaten Pulau Taliabu.

Diving - Wisata Pulau Morotai

Diving - Wisata Pulau Morotai


Diving Spot di Pulau Morotai mencapai 28 titik dan mungkin saja lebih dari itu. Di perairan Morotai bukan hanya terdapat beragam terumbu karang yang indah dengan berbagai jenis ikan berwarna-warni. Yang menjadi daya tarik utama adalah banyaknya peninggalan benda bersejarah pada zaman Perang Dunia II yang dapat Anda temukan di dalam laut sekitar Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Diving - Wisata Pulau Morotai
Sumber: Indonesia Dive Directory
Salah satu peninggalan Perang Dunia II yang paling terkenal adalah bangkai pesawat yang diduga adalah jenis Bristol Beuford buatan Australia yang tenggelam di kedalaman 40 meter. Di Wawama dan Totodaku terdapat pesawat sekutu dan jip, Di Mira terdapat kapal karam. Di Buho buho dan dekat Dodola terdapat pesawat tempur. Terdapat berbagai lokasi Taman Laut di perairan pulau Morotai, yakni di sekitar Pulau Sumsum, Ngele Ngele Besar, Koloroi, Dodola, Pulau Rao, dan Lungu Lungu.

Diving - Wisata Pulau Morotai
Sumber: Foto IDD & Cipto Aji Gunawan (Indonesia Dive Directory)
Informasi tentang titik penyelaman secara detil dapat Anda temukan di situs Indonesia Dive Directory. Sedangkan, jika Anda memerlukan operator penyelaman Anda bisa masuk ke situs Shark Diving Indonesia yang memiliki kantor di Kota Daruba, Ibukota Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Tanjung Gorango - Wisata Pulau Morotai

Tanjung Gorango - Wisata Pulau Morotai


Tanjung Gorango yang berada di antara Desa Gorua dan Korago (Kecamatan Morotai Utara) akan membuat Anda berdecak kagum dengan keindahannya. Landscape Tanjung Gorango, laut yang biru, dan hamparan pasir putih akan membuat Anda betah untuk berlama-lama menikmati keindahannya. Tanjung Gorango adalah salah satu tempat wisata yang dapat Anda temukan di Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Perjalanan dari Kota Daruba yang merupakan Ibukota Kabupaten Pulau Morotai ke Tanjung Gorango cukup lama yakni sekitar 3 Jam. Di lokasi ini belum tersedia fasilitas apapun sehingga ada baiknya Anda siapkan bekal terlebih dahulu. Sebaiknya Anda menyewa mobil untuk menuju ke tempat ini karena kondisi jalan yang masih belum baik dan berdebu saat di musim kemarau. Selama perjalanan Anda akan menikmati keindahan alam Pulau Morotai. Ketika Anda sampai tanjung Gorango maka kelelahan Anda di jalan pun menghilang dan menjadi semangat untuk berfoto ria dan menjelajahi sekitar lokasi tersebut.

Tanjung Gorango - Wisata Pulau Morotai
Sumber: Foto Pambapontar
Di sisi kiri dari Tanjung Gorango terdapat bebatuan serta bongkahan-bongkahan karang dan tebing yang menambah keindahan landscape Tanjung Gorango. Saat air laut sedang surut, hamparan pasir putih akan terlebih lebih luas. Di bagian bibir pantai cukup dangkal sehingga aman untuk bermain air. Suara desiran ombak di pantai ini juga membuat suasana semakin sejuk. Ombak di tanjung ini termasuk cukup besar sehingga Anda perlu sedikit berhati-hati.


Tanjung Gorango - Wisata Pulau Morotai
Sumber: Foto Pambapontar

Pulau Dodola - Wisata Pulau Morotai yang Eksotis

Pulau Dodola - Wisata Pulau Morotai yang Eksotis

Pulau Dodola adalah pulau yang wajib Anda kunjungi saat di Morotai. Pulau ini sangat mempesona hingga Pemerintah daerah setempat menyebutkan Pulau Dodola sebagai mutiara di bibir pasifik. Pulau Dodola merupakan salah satu tempat wisata di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Pulau Dodola Besar & Pulau Dodola Kecil - Wisata Pulau Morotai yang Eksotis

Pulau Dodola terdapat Dodola Besar dan Dodola Kecil yang jaraknya sekitar 500 meter. Keunikannya Dodola besar dan Dodola kecil menyatu saat air pasang dan terpisah saat air surut. Waktu rentang air surut di lokasi ini cukup lama, yakni antara pukul 10.30 hingga 19.00 waktu setempat. Setiap wisatawan yang berkunjung pasti terpesona dengan keindahan Pulau Dodola. Hamparan pasir putih yang halus dari Pulau Dodola Besar yang menyambung ke Pulau Dodola Kecil, air laut bagaikan kristal, desiran ombak kecil dan langit yang biru membuat pulau ini semakin romantis bagi pengunjung yang membawa pasangannya.

Pulau Dodola Besar & Pulau Dodola Kecil - Wisata Pulau Morotai yang Eksotis
Kiri: Pulau Dodola Kecil & Kanan: Pulau Dodola Besar (Sumber: Foto Ilhamarch)
Pemerintah daerah menyiapkan cottage bagi turis yang ingin bermalam di Pulau Dodola, Anda bisa menghubungi terlebih dahulu ke kantor pariwisata di kota Daruba. Biaya penginapan cukup terjangkau, namun perlu Anda ketahui tempat ini belum tersedia jaringan listrik sedangkan untuk sinyal telepon masih dapat disini. Dinas Pariwisata Pemerintah Daerah setempat juga menyiapkan jetski kepada turis setiap akhir pekan namun tarif sewanya cukup mahal yang dihitung perjam. Kegiatan lain yang dapat Anda lakukan disini seperti snorkeling, berenang, dan memancing.

Ada baiknya Anda siapkan lotion SPF dan anti nyamuk. Disini cukup banyak terdapat nyamuk kecil yang disebut "agas" oleh penduduk Morotai.

Akses
Akses ke Pulau Dodola cukup mudah dari Pulau Morotai yakni kota Daruba dengan lama perjalanan sekitar 30 menit, ada baiknya Anda menyewa speedboat seharian meskipun tarifnya cukup mahal supaya Anda dapat sekaligus menjelajahi pulau-pulau terdekat yang memiliki keindahan tersendiri.

Pulau Plum (Pulau Tengah) - Wisata Halmahera Timur

Pulau Plum (Pulau Tengah) - Wisata Halmahera Tengah

Pulau Plum (Pulau Tengah) yang sering disebut juga "Pulau Plun" adalah pulau yang sangat indah dengan luas sekitar 19,27 Hektar dan memiliki taman laut yang luar biasa indah. Bagi para penyuka diving dan snorkeling, tentunya tempat ini harus masuk ke dalam daftar pribadimu yang wajib dikunjungi. Pulau Plun adalah salah satu wisata di Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.


Pulau Plum (Pulau Tengah) - Wisata Halmahera Tengah

Tepi pantai dengan hamparan pasir putih yang halus tentunya membuat Anda tergoda untuk bermain air. Selain itu, area pantai juga cukup luas untuk dijadikan tempat bermain bola dan volley pantai. Anda yang memiliki hobi memancing, tempat ini juga tepat sekali, terdapat ikan tenggiri, barakuda, kerapu, dan sebagainya. Selain itu Anda juga akan menemukan hewan endemik seperti kepiting kenari, burung maleo, dan sebagainya. Tentu saja Anda bisa menjelajahi pulau ini yang masih sangat alami dan terawat, luas pulau ini lebarnya hanya 250 m dengan panjang 1 km. Pulau ini juga banyak terdapat kelelawar yang sering disebut "paniki" pada saat bulan Oktober. Di pulau ini juga terdapat penginapan yang sengaja disiapkan bagi turis yang ingin menginap di pulau ini.


Pulau Plum (Pulau Tengah) - Wisata Halmahera Tengah


Akses ke Pulau Plun cukup mudah, Anda dapat menggunakan speedboat dengan lama perjalanan sekitar 60 menit dari Buli ataupun sekitar 30 menit dari ibu kota Maba.

Pulau Woto - Wisata Halmahera Timur

Pulau Woto - Wisata Halmahera Timur



Pulau Woto dikenal juga dengan sebutan "Pulau Otto" dan "Poelo Oto". Pulau ini sering dikunjungi oleh turis mancanegara yang hobi berselancar karena di pulau ini memiliki ombak besar. Pulau Woto berada di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.

Selain itu Pulau Woto dikelilingi oleh pasir putih yang sangat indah. Pulau Woto termasuk tidak berpenghuni yang letaknya tidak jauh dari desa Bicoli, di Kecamatan Maba Selatan. Adapun beberapa opsi akses untuk mencapai Pulau Woto, yaitu:
1. Perjalanan dari Buli ke Pulau Woto sekitar 2 jam dengan speedboat.
2. Perjalanan dari Maba ke Pulau Woto sekitar 1.5 jam dengan speedboat
Biaya transportasi cukup besar karena anda harus menyewa speedboat tersebut. Perjalanan yang paling dekat adalah dari Desa Bicoli dengan speedboat.

Pulau Woto - Wisata Halmahera Timur

Pulau Lelei & Pulau Guraici - Wisata di Wilayah Kayoa (Halmahera Selatan)

Pulau Lelei & Pulau Guraici - Wisata di Wilayah Kayoa (Halmahera Selatan)

Pulau Lelei & Pulau Guraici berada di Wilayah Kayoa, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku UtaraPulau Lelei dan Pulau Guraici adalah salah satu primadona Halmahera Selatan yang ramai dikunjungi karena pasir putihnya yang halus, laut yang jernih, dan lokasi ini juga cocok untuk penggemar snorkeling dan diving.

Pulau Lelei merupakan pintu masuk ke Pulau Guraici, disini terdapat dermaga kecil yang indah dan berhadapan langsung dengan Pulau Guraici. Pulau ini terdapat beberapa desa, Anda juga akan menemukan bangunan-bangunan vila yang sangat khas, berjejer di bibir pantai pasir putih langsung menghadap ke Pulau Guraici. Kepulauan ini terletak di garis khatulistiwa, sehingga suhu disini panas. Oleh karena itu, Anda perlu siapkan sunblock juga. Mayoritas mata pencaharian penduduk di Pulau Lelei adalah nelayan, sehingga harga ikan disini sangat murah. Anda juga bisa siapkan peralatan pancing untuk berpergian ke tempat ini, karena tergolong cukup banyak ikan di pinggir pantai.

Pulau Lelei - Wisata di Wilayah Kayoa (Halmahera Selatan)
Sumber: Foto Ilhamarch
Anda bisa bermalam di Pulau Lelei karena tersedia cottage dan homestay. Biaya penginapannya juga termasuk relatif terjangkau. Namun, kondisi penginapan disini sudah kurang terawat sehingga sebaiknya Anda mengecek satu persatu terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menginap dimana. Di Pulau Lelei tidak tersedia rumah makan sehingga Anda dapat meminta penduduk setempat untuk membantu menyiapkan makanan. Selain itu, listrik di pulau ini masih mengandalkan generator kecil yang hanya diaktifkan dari jam 6 sore hingga 12 malam. Sinyal telepon seluler juga terbatas dan Anda belum bisa mengakses internet. Namun, kekurangan tersebut membuat liburan Anda menjadi lebih fokus untuk menjelajahi keindahan Pulau Lelei dan sekitarnya.

Pulau Lelei & Pulau Guraici - Wisata di Wilayah Kayoa (Halmahera Selatan)
Sumber: Foto Elhappy
Anda dapat juga mengelilingi Pulau Lelei karena Pulau ini termasuk relatif kecil. Saat Anda mengelilingi pulau ini, Anda juga akan menemukan menara pandang yang tingginya sekitar 25 meter. Menara ini tidak jauh dari penginapan, hanya sekitar 15 menit berjalan kaki dari penginapan. Sebaiknya Anda naiki menara tersebut, karena diatasnya Anda dapat melihat pemandangan yang luar biasa di sekeliling Pulau Lelei. Tempat ini juga cocok untuk melihat sunrise dan sunset yang indah.

Pulau Lelei & Pulau Guraici - Wisata di Wilayah Kayoa (Halmahera Selatan)
Sumber: Foto Ilhamarch
Pulau Guraici adalah pulau kecil yang tidak berpenghuni. Guraici dalam bahasa setempat memiliki arti "Kebun Kecil", yakni "Gura" artinya "Kebun" dan "Ici" artinya "Kecil". Di perairan ini terdapat taman bawah laut yang menakjubkan. Air yang jernih dan bebas dari sampah, sangat cocok buat Anda yang ingin memuaskan diri untuk berenang dan diving atau snorkeling untuk menikmati keindahan bawah laut. Sebaiknya, Anda mempersiapkan peralatan diving atau snorkeling.

Anda perlu menyewa perahu ketinting untuk ke Pulau Guraici dan sekitarnya dari Pulau Lelei. Anda bisa kontak Ami (No. HP: 082346236792) untuk menyewa perahu tersebut selama sehari penuh. Jangan lupa siapkan bekal atau bahan makanan di sekitar pelabuhan Pulau Lelei sebelum memulai petualangan ke Pulau Guraici dan sekitarnya. Pemilik perahu ketinting juga akan mengajak Anda menangkap ikan menggunakan jaring atau memancing. Anda bisa menikmati santapan ikan segar. Pulau Guraici menawarkan hamparan pasir putih yang halus dan laut yang jernih bagaikan kristal. Tentunya membuat Anda terasa ingin segera menceburkan diri di perairan ini apalagi saat Anda gerah karena terik matahari. Jelajahi juga pulau-pulau disekitar Pulau Guraici.

Pulau Guraici - Wisata di Wilayah Kayoa (Halmahera Selatan)
Sumber: Foto Yuk Wisata & Indo Adventure
Di perairan Pulau Guraici terdapat spot untuk melihat ikan pari atau manta berenang jika Anda sedang beruntung.

Pulau Lelei & Pulau Guraici - Wisata di Wilayah Kayoa (Halmahera Selatan)
Sumber: Foto Azalea Cruise
Perjalanan ke Pulau Lelei

Ada beberapa opsi perjalanan ke Pulau Lelei:
  1. Anda dapat menyewa speedboat di Ternate dengan lama perjalanan ke Pulau Lelei sekitar 3 jam, namun tarifnya tidak terjangkau.
  2. Anda dapat menaiki kapal penumpang "SS Bajoe 2" yang setiap dua kali seminggu (rabu dan jumat) yang berangkat jam 8.30 pagi di pelabuhan Bastiong - Ternate ke Pulau Lelei. Harga tiket relatif terjangkau. Kapal tersebut tersedia tempat tidur. Anda akan disuguhkan keindahan Pulau Ternate, Tidore, Mare, dan Moti dan jika Anda beruntung maka Anda akan melihat lumba-lumba di perairan selama perjalanan. Kapal tersebut akan singgah sebentar di Pulau Laigoma dan Gunange. Gunange memiliki arti "Semut Merah Besar". Kedua pulau ini memiliki pemandangan yang indah. Total perjalanan menempuh ke Pulau Lelei adalah sekitar 6 - 7 jam. Hari minggu terdapat perjalanan balik dari Pulau Lelei ke Ternate pada jam 10 pagi.
  3. Jika Anda berangkat dari Desa Laluin yang berada di Pulau Laluin, perjalanannya adalah sekitar 2 jam dengan speedboat atau 3 jam dengan perahu nelayan.
Lumba-Luma (Foto Ilhamarch)
Pulau Lelei & Pulau Guraici - Wisata di Wilayah Kayoa (Halmahera Selatan)
Pulau Laigoma (Foto Ilhamarch)
Pulau Lelei & Pulau Guraici - Wisata di Wilayah Kayoa (Halmahera Selatan)
Pulau Gunange (Foto Ilhamarch)

Kepulauan Widi - Wisata Halmahera Selatan

Kepulauan Widi - Wisata Halmahera Selatan

Kepulauan Widi dikenal dengan sebutan “Pulau Widi” dan “Pulau Weda”. Masyarakat di daerah ini lebih sering menyebut “Pulau Widi”. Kepulauan Widi menyimpan sejuta pesona yang akan menjadi pengalaman tak terlupakan bila Anda mengunjungi tempat ini. Kepulauan Widi berada di desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Kepulauan Widi - Wisata Halmahera Selatan
Desa Gane Luar berada di pulau Halmahera tepatnya berseberangan dengan Pulau Widi

Pulau-pulau di kepulauan Widi memiliki keunikan tersendiri, hamparan pasir putih yang luas, laut yang jernihnya bagaikan kristal, terumbu karang dan kaya dengan berbagai jenis ikan berwarna-warni akan membuat Anda takjub disini. Kepulauan Widi bisa dikatakan sebagai kepulauan terindah di Provinsi Maluku Utara sehingga tidak heran tempat ini sering dikunjungi oleh turis mancanegara meskipun akses yang masih sulit dan belum tersedia fasilitas apapun di tempat ini.

Kepulauan Widi - Wisata Halmahera Selatan
Sumber: Foto Kanenori Miura
Kepulauan Widi terdapat 99 pulau, 3 atol dan mempunyai dua gugus pulau yang dikenal oleh masyarakat nelayan, yakni Pulau Daga Gane (berhadapan dengan kecamatan Gane) dan Daga Weda (berhadapan dengan kecamatan Weda). Pulau ini menjadi surga bagi para nelayan sebagai sumber rejeki bagi masyarakat karena mempunyai potensi perikanan yang besar. Di pulau tersebut juga ada danau dan airnya adalah air tawar yang boleh di komsumsi warga. Kepulauan Widi memiliki banyak spot wisata bawah laut dan menjadi surga bagi para penggemar diving dan snorkeling.

Kepulauan Widi - Wisata Halmahera Selatan
Sumber: Foto Kanenori Miura

Akses ke Kepulauan Widi
Akses ke Kepulauan Widi cukup menantang karena memerlukan waktu yang cukup lama untuk mencapai tempat ini. Terdapat beberapa opsi untuk ke tempat ini.

*Jika Anda berada di Kota Ternate, Anda dapat menggunakan kapal laut menuju pelabuhan Saketa, Kecamatan Gane Barat dengan lama perjalanan sekitar 5 jam. Kemudian Anda melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Gane Timur dengan waktu tempuh sekitar 3 jam menggunakan kendaraan roda dua (ojek). Selanjutnya, dari kecamatan Gane Timur menuju Kepulauan Widi, Anda dapat menggunakan speedboat atau longboat, lama perjalanannya sekitar 2 jam.
*Jika Anda berada di Pulau Bacan, Anda juga bisa memilih perjalanan ke kecamatan Gane terlebih dahulu setelah itu melanjutkan perjalanan dengan speedboat ke Kepulauan Widi. Untuk akses terbaiknya, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu di pelabuhan.

Dermaga Biru (Pantai Derbi) - Wisata Pulau Bacan (Halmahera Selatan)

Dermaga Biru (Pantai Derbi) - Wisata Pulau Bacan (Halmahera Selatan)

Sesuai dengan namanya, Dermaga Biru didominasi dengan cat berwarna biru. Disamping Dermaga Biru terdapat tempat wisata Pantai Derbi. Pantai kecil ini terdapat rumah makan dan cottage. Airnya yang tenang sangat aman untuk anak-anak bermain air. Cocok untuk snorkeling juga karena air laut disini jernih. Dari pantai ini, Anda akan melihat Pulau Halmahera dari jauh. Pantai Derbi adalah salah satu wisata di Pulau BacanHalmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Rumah panggung yang berada di pantai Derbi juga menjadi tempat yang santai untuk duduk dan sambil menyantap cemilan khas Halmahera sambil menikmati keindahan alam. Pantai Derbi (Dermaga Biru) berada di Kecamatan Bacan Timur, jika Anda berangkat dari Kota Labuha ke tempat ini membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Pantai Derbi ramai dikunjungi oleh penduduk lokal saat libur karena aksesnya bagus dan terawat dengan baik. 

Dermaga Biru (Pantai Derbi) - Wisata Pulau Bacan (Halmahera Selatan)
Sumber: Foto Henry Wicaksono
Terdapat juga Dermaga Merah yang biasa disebut sebagai Pantai Sibela. Dermaga Merah berada sejajar dengan garis pantai Dermaga Biru, lokasi kedua dermaga dan pantai ini sangat dekat. Sesuai dengan namanya, Dermaga Merah juga didominasi dengan cat warna merah.

Diving - Wisata Halmahera Utara (Provinsi Maluku Utara)




Pulau Halmahera berada di antara Selat Lembeh dan Kepulauan Raja Ampat yang bertepatan di pusat Coral Triangle. Terletak di antara Manado dan Raja Ampat yang sudah lebih dahulu populer sebagai surga menyelam, Halmahera berpotensi menjadi surga menyelam Indonesia berikutnya. Pulau Halmahera merupakan pulau terbesar di Provinsi Maluku Utara

Sumber: www.panda.org
Keanekaragaman Hayati Terkaya di Dunia!

Keindahan alam yang masih terjaga, baik di atas maupun bawah air, benar-benar menjadikan Halmahera tak tertandingi. Halmahera banyak dikomentari para pecinta diving sebagai penyelaman terbaik yang pernah mereka lakukan. Pulau Halmahera juga memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh Conservation International mengindikasikan bahwa bagian utara Indonesia, dari Sulawesi sampai ke bagian barat Papua mungkin memiliki keanekaragaman hayati bawah laut terkaya di dunia. Para peneliti karang mencatat bahwa terdapat 450 spesies, yakni lebih dari setengah jenis terumbu karang di dunia atau sekitar 56% tercatat hanya di sekitar perairan Halmahera. Para peneliti ikan juga mencatat sekitar 686 spesies termasuk dua spesies baru, yaitu 12 persen dari total spesies ikan dunia dan 31 persen dari jumlah yang pernah tercatat berada di perairan Halmahera. 

Tidak hanya ikan dan karangnya saja yang beragam, tapi juga secara geologi. Hal ini menandakan bahwa karakteristik situs-situs menyelam di sini juga sangat beragam. Sebagai pusat dari segitiga terumbu karang dunia, menyelam di Halmahera sudah tentu menjanjikan pengalaman unik yang tak terlupakan bagi Anda.

Halmahera Utara
Untuk lokasi diving di Halmahera Utara sendiri tercatat memiliki 50 titik selam. Titik-titik selam tersebar baik di perairan Kepulauan Tobelo (Laut Halmahera) maupun di perairan Kepulauan Loloda Utara (Laut Maluku).

Sumber: Pemda Halmahera Utara
Musim Menyelam
Waktu terbaik untuk menyelam adalah Oktober sampai Mei, sementara antara bulan Juni sampai September penyelaman juga masih dapat dilakukan dengan visibilitas yang cukup baik. Musim hujan biasanya berlangsung selama Desember sampai April. Namun, sebaiknya Anda cek ramalan cuaca terlebih dahulu.

Pusat Perlengkapan Selam
Diving Center di Pulau Kakara, yakni sekitar 10 menit dari pelabuhan Tobelo dengan perahu ketinting ataupun speedboat, merupakan satu-satunya tempat di Halmahera Utara yang dapat memenuhi kebutuhan perlengkapan menyelam Anda. Namun, diving center ini belum tentu setiap hari buka, sehingga sebaiknya Anda terlebih dahulu menghubungi staf Tourist Information Center atau kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk keperluan ini.

Operator Menyelam
Jika Anda memerlukan jasa ke titik penyelaman terbaik maka Anda bisa menghubungi Halmahera Tour yang merupakan satu-satunya operator menyelam di Halmahera Utara. Halmahera Tour juga memiliki program khusus bagi para diver pemula. Lebih lengkapnya, Anda dapat mengunjungi situs www.halmahera-tour.com.

Pulau Bobale - Wisata Halmahera Utara (Wilayah Kao)

Pulau Bobale - Wisata Halmahera Utara (Wilayah Kao)

Pulau Bobale adalah sebuah pulau kecil berpenghuni yang terletak hanya beberapa menit di depan desa Daru. Pulau Bobale memiliki hamparan pasir putih halus dan gradasi warna laun yang menawan serta merupakan tujuan para penyelam. Pulau Bobale adalah salah satu Objek Wisata yang berada di Wilayah Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

Terumbu karang dan beragam biota laut dengan kedalaman 2-10 meter dapat ditemukan di perairan Pulau Bobale. Di pulau Bobale juga terdapat sisa-sisa peninggalan Jepang semasa Perang Dunia II. Bunker 3 ruangan berukuran sedang yang terletak di tebing pantai dapat Anda kunjungi hanya pada saat arus laut sedang tenang.

Pulau Bobale - Wisata Halmahera Utara (Wilayah Kao)


Pulau Bobale juga terkenal sebagai penghasil mutiara. Selain itu, juga terdapat pengrajin yang telah bertahun-tahun mengembangkan kerajinan cangkang mutiara. Ngoco adalah sebutan untuk Cangkang Mutiara. Dari rumah mutiara inilah berbagai bandul kalung dan anting dibuat. Cangkang ini didapat oleh pengrajin dengan memesan dari anak-anak muda di sekitar desanya, yang biasa menyelam untuk mengambil mutiara-mutiara di dasar laut sekitar Pulau Bobale hingga kedalamannya 10-40 meter dari permukaan laut.


Pulau Bobale berada di sebelah timur desa Daru, wilayah Kao (sekitar 57 Km selatan Tobelo). Jika Anda lapar, sebaiknya Anda makan terlebih dahulu di rumah makan yang tersedia di Pelabuhan Daru. Dari pelabuhan Daru, Anda bisa menggunakan perahu ketinting menuju ke Pulau Bobale dengan lama perjalanan sekitar 20 menit.


Pulau Meti - Wisata Bahari dan Sejarah Halmahera Utara (Wilayah Tobelo)

Pulau Meti - Wisata Bahari dan Sejarah Halmahera Utara (Wilayah Tobelo)

Pulau Meti terletak tidak jauh dari Desa Todokuiha dan merupakan tujuan wisata akhir pekan bagi masyarakat sekitar. Pulau Meti adalah salah satu objek wisata di Wilayah Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Hamparan pasir putih dan air laut yang sejernih kristal dapat anda temui di pulau ini.

Pulau Meti - Wisata Bahari dan Sejarah Halmahera Utara (Wilayah Tobelo)


Bagi anda yang menyukai petualangan, berjalan menjelajahi pulau ini bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan. Di sisi timur Meti tampak daratan Kabupaten Halmahera sedangkan pada bagian lainnya anda akan menjumpai bebatuan karang yang indah dan hutan yang masih alami. Di beberapa lokasi anda bahkan masih dapat menemukan peninggalan Jepang semasa PD II seperti serpihan pesawat, meriam, senapan, dan lain sebagainya.

Pulau Meti juga cocok untuk yang menyukai diving atau snorkeling. Anda dapat menemukan terumbu karang yang berwarna-warni dan juga berbagai jenis ikan di perairan ini.

Pulau Meti - Wisata Bahari dan Sejarah Halmahera Utara (Wilayah Tobelo)
Sumber: Blog Mulyanto Syawal
Jika Anda mengunjungi Pulau Meti sempatkanlah juga untuk mampir di pulau Pasirtimbul yang terletak hanya sedikit di sebelah utara pulau Meti. Sebaiknya Anda juga mempersiapkan bekal sebelum mengunjungi Pulau ini.

Pulau Meti berada di sebelah selatan wilayah Tobelo dan secara administratif masuk dalam Kecamatan Tobelo Timur. Desa Todokuiha di selatan Tobelo adalah pintu masuk ke Pulau Meti. Gunakanlah mikrolet jurusan Mawea dari terminal Wosia di Kota Tobelo lalu turun di dermaga Todokuihua. Dari situ pulau Meti hanya berjarak sekitar 15 menit dengan perahu ketinting.